Lebih lanjut, Iman menilai bahwa banjir ini bukan semata-mata bencana alam, melainkan juga akibat dari perubahan tata guna lahan yang tidak terkontrol.
Perambahan hutan dan pembukaan lahan skala besar turut memperparah dampak curah hujan tinggi.
“Ini bukan hanya karena hujan. Banyak wilayah yang dulunya hutan sekarang sudah jadi perkebunan dan tambang. Ketika daya serap air hilang, banjir menjadi tidak terhindarkan. Artinya, ada kontribusi dari aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan,” lanjutnya.
BACA JUGA:Tinggi Air Capai 40 Sentimeter, Danramil dan Kapolsek Dampingi Warga Terdampak Banjir.
Iman mendesak agar Pemerintah Kabupaten Kutai Barat segera turun tangan, membentuk tim tanggap darurat, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Ia juga meminta perusahaan-perusahaan untuk tidak tutup mata terhadap kondisi yang terjadi. Seperti pemberian bantuan logistik, membuka akses jalan darurat dan sedi it perhatian sudah sangat berarti bagi masyarkat yang terdampak.
"Ini soal kemanusiaan. Saatnya kita semua bahu membahu,” pungkas Iman Setiadi.