Jika Indonesia tunduk pada tekanan AS, menurut Freesca, bukan tidak mungkin proyek-proyek besar yang melibatkan perusahaan China akan mengalami hambatan.
BACA JUGA : Arus Balik Lebaran 2025: Sebanyak 2.002 Penumpang dari Pantoloan Turun di Pelabuhan Semayang
Di sisi lain, jika Indonesia tetap mempertahankan kebijakannya dan mengabaikan tuntutan AS, maka hubungan bilateral dengan Washington berpotensi memburuk, termasuk risiko pengenaan tarif tambahan atau hambatan non-tarif lainnya.
Dalam situasi kompleks ini, Freesca menekankan pentingnya kecakapan diplomasi ekonomi pemerintah.
Ia menilai, Indonesia harus mampu memainkan peran seimbang dalam menjaga hubungan dengan kedua negara tersebut tanpa mengorbankan kedaulatan ekonomi dan kepentingan nasional.
“Indonesia harus bisa menunjukkan sikap independen, namun tetap fleksibel. Diplomasi ekonomi tidak boleh hanya reaktif, melainkan proaktif dan berbasis strategi jangka panjang,” tambahnya.
BACA JUGA : Denpomal Banjarmasin Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Jurnalis, Tak Ada Adegan Rudapaksa
Meski tantangan besar tengah dihadapi, Freesca melihat adanya peluang positif di balik tekanan tersebut.
Kenaikan harga produk impor asal AS sebagai dampak dari tarif balasan, membuka ruang bagi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendukung produk lokal.
“Fenomena ini bisa memicu gerakan cinta produk dalam negeri. Ketika barang impor menjadi lebih mahal, konsumen akan lebih terdorong memilih beras lokal, tekstil lokal, hingga produk-produk UMKM,” katanya.
Namun, menurut Freesca, potensi kebangkitan industri lokal ini tidak akan terjadi secara otomatis.
Diperlukan intervensi dan dukungan nyata dari pemerintah, seperti pemberian insentif produksi, subsidi bahan baku, peningkatan kualitas SDM, serta penyederhanaan perizinan usaha.
BACA JUGA : Asteroid yang Ancam Tabrak Bumi Ternyata Ukurannya Lebih Besar dari Perkiraan Sebelumnya
“Kalau didukung secara menyeluruh, tekanan eksternal ini justru bisa menjadi momentum memperkuat fondasi industri dalam negeri dan mendorong kemandirian ekonomi nasional,” pungkasnya.