Ia berharap kondisi banjir segera berakhir agar masyarakat dapat kembali ke rumah dan menjalani aktivitas secara normal.
BACA JUGA: Akhir Pencarian Bocah Tenggelam di Berau, Ditemukan 10 Km dari Lokasi Hilang
BACA JUGA: Bocah Hilang dari Perahu karena Disambar Buaya Akhirnya Ditemukan
“Kami berharap agar banjir ini cepat surut, dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasanya,” tuturnya.
Sebelumnya, ribuan warga di Kabupaten Berau menghadapi Idulfitri dalam kondisi yang jauh dari nyaman.
Banjir merendam 9 desa atau kampung di 4 kecamatan selama lebih dari sepekan.
Kondisi ini dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan pasang air laut ekstrem.
BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk warga yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Berau, Kaltim.-(Disway Kaltim/ Rizal)-
BACA JUGA: Setelah Samarinda, Kini Warga Tenggarong Mengeluh Soal BBM Bermasalah
BACA JUGA: Buaya Muncul di Permukiman, Warga Melati Jaya Waswas
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Agustianur, menyebut puncak pasang terjadi pada Senin, 31 Maret 2025.
“Kami memahami betapa sulitnya kondisi ini, apalagi di tengah perayaan Lebaran yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan bagi semua. Namun, faktor alam memang tidak dapat kita hindari,” ujar Agustianur.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Desa Tumbit Melayu dan Labanan Makarti di Kecamatan Teluk Bayur.
Berikutnya Desa Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Pegat Bukur di Kecamatan Sambaliung.
BACA JUGA: Interkoneksi Antarkabupaten PPU-Kubar Disinggung saat Open House Pemprov Kaltim
BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar, 53 Personel INASAR Diberangkatkan