Pramuka di Persimpangan Jalan: Fleksibilitas Kurikulum Vs Kehilangan Nilai-Nilai Tradisional

Kamis 04-04-2024,07:00 WIB
Oleh: Hariyadi

Selain itu, guru dan pembina ekskul juga dapat memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi kegiatan Pramuka secara virtual atau daring. Mereka bisa membuat platform online di mana siswa dapat mengakses materi-materi pendidikan Pramuka, berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, atau bahkan melakukan proyek kolaboratif secara daring. 

Dengan memanfaatkan teknologi, guru dapat terus menyediakan akses kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan Pramuka tanpa harus terbatas oleh batasan fisik atau waktu.

Terakhir, penting bagi pihak sekolah dan guru untuk terus melakukan evaluasi terhadap implementasi kegiatan Pramuka pasca pencabutan status wajibnya. Dari evaluasi tersebut, mereka bisa melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan bahwa manfaat dari kegiatan Pramuka tetap tersedia bagi siswa secara maksimal. 

Dengan mengambil langkah-langkah ini, pihak sekolah, guru, dan pembina ekskul dapat memastikan bahwa penghapusan status Pramuka sebagai ekskul wajib tidak mengurangi dampak positif dari kegiatan Pramuka bagi pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa.

 

Penulis: Desy Rusmawaty

Pengajar Praktisi dan Pengamat Pendidikan Universitas Mulawarman

 

Kategori :