Karena cemas, kemudian korban menelpon ayahnya dan mengabarkan bahwa ada beberapa orang mengikutinya.
Mendengar itu kemudian sang ayah meminta korban segera menjauh.
Diduga karena cemas, kata Erwin, kemudian korban menaikkan kecepatan mobilnya. Saat tancap gas itulah, korban diteriaki maling oleh beberapa orang dan direspon oleh warga lain.
BACA JUGA: Modus Baru Peredaran Narkoba Jaringan Internasional, Sabu Dalam Bungkus Minuman Kopi
Polisi Ikut Mengejar
Kapolres Muaro Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, kendaraan yang dikendarai korban malam itu melewati pos penyekatan polisi.
Melihat warga mengejar sambil berteriak maling, polisi kemudian bertindak, apalagi mobil itu memang terlihat ngebut dengan kecepatan tinggi.
Menurutnya, polisi takut aksi korban itu akan mencelakai warga dan pengendara lainnya.
Kemudian polisi melakukan pengejaran sambil menghidupkan sirine.
BACA JUGA: Kemenkes Membantah Wolbachia Tingkatkan Keganasan Nyamuk DBD
Karena tak juga berhenti, kemudian polisi menghidupkan toa dan memberi peringatan agar sopir yang membawa mobil mau berhenti. Namun tak juga berhenti.
Kemudian polisi mengeluarkan tembakan peringatan agar mobil stop tapi tak juga stop, malah terus melaju kencang ke arah Kota Jambi.
Hingga kemudian saat tiba di Desa Sekernan, mobil jadi tak terkendali, saat menghindari kendaraan lain, terjadilah kecelakaan, mobil menabrak rumah warga.
BACA JUGA: Denda Mengancam Perusahaan jika Telat Beri THR ke Karyawan
Setelahnya, pintu mobil sempat tak bisa dibuka, lalu dilakukan evakuasi dari pintu sebelah kiri. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.