Akmal Malik: BUMD Jangan Hanya Mengandalkan Transfer

Selasa 30-01-2024,10:00 WIB
Editor : Hariyadi

"Sehingga kita pastikan  penambahan modal itu berintegrasi pada penambahan kontribusi untuk pemerintah daerah," tandasnya. 

Terkait pengelolaan usaha, lanjut Akmal tentu manajemen BUMD harus menyusun rencana bisnis dengan baik.

"Karena harapan kita akan terjadi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)  dengan reflection yang diberikan,  aset penyertaan modal dan sebagainya," tandasnya.

BACA JUGA: Lagu Sang Juara Resmi Menjadi Anthem Baru Borneo FC yang Didedikasikan dari Pusamania

Dalam pertemuan tersebut, Akmal juga mengapresiasi Bank Kaltimtara yang selama ini kinerjanya sudah baik.

Untuk Jamkrida yang sebelumnya telah mendapatkan tambahan modal Rp100 miliar, diharapkan bisa memberikan dampak terhadap peningkatan PAD.

Pertemuan tersebut diikuti tujuh direksi BUMD Kaltim. Di antaranya PT Bankaltimtara, PT Sylva Kaltim Sejahtera (SKS), PT Migas Mandiri Pratama (MPM) Kaltim, Jamkrida, Melati Bhakti Satya (MBS) PT Bara Kaltim Sejahtera dan PT Ketenagalistrikan Kaltim.

Setoran Deviden BUMD Kaltim Tahun 2022

BUMD milik Kaltim dilaporkan menyetor deviden sebesar Rp 310,262 miliar ke kas daerah pada tahun 2022. 

Setoran deviden terbesar diperoleh dari PT Migas Mandiri Pratama sebesar Rp166,440 miliar. Di posisi kedua ada PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dengan setoran sebesar Rp 114,314 miliar.

Berikutnya Perusda Melati Bakti Syatia (MBS) menyetor deviden sebesar Rp3,040 miliar, Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera Rp24,548 miliar, Perusda Ketenagalistrikan Rp150 juta, dan PT Asuransi Bangun Askrida Rp1,768 miliar.

Daftar Setoran Deviden BUMD Kaltim TA 2022

1. PT Migas Mandiri Pratama Rp 166.440.385.772

2. PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) Rp 114.314.867.589,63

3. Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera Rp 24.548.091.054

4. Perusda Melati Bakti Satya Rp 3.040.432.476

Kategori :