Bankaltimtara

Loktuan dan Tanjung Laut Zona Merah, Bontang Kuala 'Siaga'

Loktuan dan Tanjung Laut Zona Merah, Bontang Kuala 'Siaga'

Tim kelurahan saat mendatangi salah satu obyek wisata di kawasan Bontang Kuala.-Michael Fredy Yacob-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Kasus peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di Kota Taman. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, Kelurahan Loktuan dan Tanjung Laut Indah kini masuk dalam daftar zona merah peredaran barang haram tersebut.

Kondisi ini memicu kewaspadaan bagi kelurahan lain, terutama Kelurahan Bontang Kuala. Sebagai salah satu destinasi wisata bahari andalan di Bontang, wilayah pesisir ini enggan kecolongan dan memilih memperketat pengawasan sejak dini.

Lurah Bontang Kuala, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa tren penyalahgunaan narkoba di wilayah pesisir cenderung meningkat. Oleh sebab itu, langkah pencegahan tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa, melainkan harus menyentuh akar rumput.

“Makanya kami harus antisipasi sejak dini. Jangan sampai zona merah itu melebar dan terjadi di Bontang Kuala,” tegas Ardiansyah, Sabtu (11/7/2026).

BACA JUGA: Simpan 12 Paket Sabu Dalam Botol Plastik, Pria 41 Tahun Diamankan Satresnarkoba Kutim

Membentengi wilayahnya, Kelurahan Bontang Kuala memilih pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan. Alih-alih hanya mengandalkan penindakan hukum, pihak kelurahan fokus memberdayakan pemuda setempat melalui berbagai kegiatan positif.

Salah satu strateginya adalah dengan memanfaatkan ikon wisata lokal sebagai ruang berekspresi.

“Di pelataran Bontang Kuala, kami rutin menggelar kegiatan hiburan seperti live music. Pemuda Karang Taruna kami libatkan langsung sebagai penggerak. Jika anak-anak muda sibuk dengan kegiatan yang baik, potensi mereka terjerumus narkoba bisa ditekan,” urainya.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pencegahan berbasis komunitas, di mana lingkungan sosial paling dekat memegang kendali atas perilaku remaja.

BACA JUGA: Semester I 2026, Polres Kutim Ungkap 112 Kasus Narkoba dan Sita 92 Kilogram Sabu

Selain pendekatan kreatif, penguatan sistem pengawasan internal juga digenjot hingga tingkat rukun tetangga (RT). Peran Satuan Tugas (Satgas) RT dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) kini dioptimalkan sebagai mata dan telinga pemerintah di lapangan.

Mereka bergerak aktif mengedukasi warga, mulai dari imbauan langsung dari rumah ke rumah hingga pemasangan spanduk peringatan di titik-titik strategis.

“Masyarakat harus terus diingatkan bahwa narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga dan masa depan generasi kita,” kata Ardiansyah.

Sebagai destinasi wisata populer, Bontang Kuala memiliki tantangan geografis yang unik. Lonjakan pengunjung pada akhir pekan berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas terlarang.

BACA JUGA: Sabu Disimpan di Bawah Kasur, Pengedar Narkoba di Bontang Lestari Ditangkap

Menyikapi hal ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur kelurahan, RT, FKPM, hingga Bhabinkamtibmas rutin menggelar patroli berkala setiap malam Minggu. Pengawasan bahkan diperluas hingga menyisir penginapan dan vila-vila yang berdiri di atas laut.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada temuan kasus. Namun, patroli dan pengawasan ketat ini akan terus kami lakukan secara konsisten sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: