Densus 88 Antiteror Sambangi Bontang, Ini yang Dilakukan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Andi Hasanuddin. -(Disway Kaltim/ Michael Fredy Yacob)-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang baru-baru ini didatangi Densus 88 Antiteror.
Tidak ada masalah apapun. Malah, satuan elit milik Polri itu ingin melakukan pencegahan doktrin radikal di Kota Taman.
Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal mengatakan, saat ini doktrin-doktrin radikalisme ini sudah berinovasi.
Tidak hanya disampaikan saat pertemuan tatap muka, tetapi sudah terjadi melalui online.
BACA JUGA: BNN Bontang Temukan Masalah Ekonomi di Balik Kasus Sabu Tanjung Laut
Bahkan, targetnya adalah kalangan pelajar. Karena, di usia tersebut, rasa ingin tahu seorang anak, dinilai sangat besar.
Sehingga, doktrin radikalisme ini gampang diberikan kepada kaum pelajar.
“Jadi sekarang bukan lagi orang tua yang jadi sasaran. Tetapi, pelajar. Mereka aktif bersosial media. Juga rasa ingin tahu seorang anak di usia sekolah ini sangat besar. Jadi, doktrin radikal ini gampang mereka serap,” katanya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, Densus 88 Antiteror ini sudah pernah mendapatkan status serupa terjadi di salah satu kota di Kaltim.
BACA JUGA: Beras Basah Bakal Dikelola Pihak Ketiga, DPRD Bontang: Jangan Pinggirkan Rakyat Kecil
Beruntung, anak tersebut cepat terdeteksi. Tim pasukan khusus itu pun langsung melakukan tindakan terhadap anak tersebut.
“Anak itu langsung diberikan pembinaan oleh tim. Infonya sekarang pemahamannya tentang radikalisme itu sudah hilang. Syukurnya juga doktrin-doktrin itu belum lama ini didapatkan anak tersebut. Sehingga, tim tersebut tidak terlalu lama memulihkannya,” ucapnya.
Ia menceritakan, awalnya anak tersebut dihubungi orang melalui pesan di aplikasi TikTok. Lalu, mereka tukeran nomor WhatsApp.
Setelah itu, komunikasi tersebut pun lanjut ke WhatsApp. Dari situlah, semua doktrin-doktrin radikalisme itu diberikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
