Bankaltimtara

SPMB Samarinda 2026 Siap Digelar, Orang Tua Bisa Daftar dari Rumah

SPMB Samarinda 2026 Siap Digelar, Orang Tua Bisa Daftar dari Rumah

Ilustrasi: Kegiatan belajar mengajar di SDN 007 Samarinda.-(Foto/ Istimewa)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 akan dimulai pada awal Juni 2026.

SPMB Samarinda tahun ini menerapkan sistem pendaftaran berbasis aplikasi daring atau online yang bisa diakses langsung dari rumah oleh orang tua siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan jadwal final pelaksanaan sekaligus menyiapkan seluruh perangkat pendukung agar proses penerimaan siswa baru berjalan tertib, transparan, dan minim kendala teknis di lapangan.

“Yang pasti pertama ini, ke depan dalam sebulan ini adalah terkait dengan SPMB. Insyallah kita mulai minggu pertama di bulang Juni. ujar Ibnu pada Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA: SPMB Kutai Barat 2026: Sistem Online dan Zonasi Diperkuat untuk Transparansi Penerimaan Siswa

Ia menjelaskan, tahun ini seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi daring yang dapat diakses di laman resmi SPMB Kota Samarinda. 

Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi diwajibkan datang langsung ke sekolah hanya untuk melakukan pendaftaran maupun pengunggahan dokumen administrasi.

“Jadi nanti pakai aplikasi, orang tua bisa mendaftar mulai dari rumah. Yang penting berkas dan dokumennya lengkap,” katanya.

Menurut Ibnu, penerapan sistem digital dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses penerimaan murid baru. 

BACA JUGA: Soroti Polemik SPMB di SDN 014 Penajam, DPRD PPU Sebut Perlu Perjelas Regulasi

Disdikbud Samarinda juga menggandeng Inspektorat, tim gugus tugas, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam proses sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut di seluruh kecamatan.

Ia memastikan pemerintah tetap menyiapkan skema pendampingan khusus bagi sekolah-sekolah di wilayah pinggiran yang masih mengalami keterbatasan akses internet maupun kendala jaringan komunikasi. 

Nantinya, sekolah akan dibantu tim khusus untuk melakukan pengunggahan dokumen agar seluruh calon peserta didik tetap terlayani.

“Insyallah semua kita siapkan supaya proses ini lebih tertib, transparan, dan masyarakat juga lebih mudah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: