Hasil Audit Internal Kasus Bayi S di RSUD AWS Samarinda, Perlu Benahi Pelayanan
Sidak komisi IV DPRD Kaltim beberapa waktu lalu ke keluarga bayi S, yang di rawat di ruang Melati RSUD AWS Samarinda.-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Hasil audit internal RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, terkait penanganan bayi S mengungkap sejumlah catatan evaluasi yang dinilai perlu dibenahi pihak rumah sakit.
Temuan itu disampaikan dalam pertemuan antara manajemen RSUD AWS dan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.
Kuasa hukum keluarga bayi S, Sudirman mengatakan, audit internal rumah sakit menyoroti aspek pelayanan, sumber daya manusia (SDM), hingga prosedur penanganan pasien selama bayi S menjalani perawatan.
“Pada prinsipnya hasil audit itu memang ada beberapa perbaikan yang harus menjadi titik utama bagi manajemen, baik dari segi pelayanan maupun SDM yang bertugas,” ungkap Sudirman saat dihubungi, Sabtu, 16 Mei 2026.
BACA JUGA: 2 Kasus Jadi Sorotan Publik, RSUD AWS Diminta Perkuat Layanan Anak di IGD
Kasus bayi S, sebelumnya menjadi perhatian publik setelah bayi berusia 3 bulan itu mengalami luka serius pada bagian lengan saat menjalani perawatan di RSUD AWS.
Bayi S awalnya dirawat karena mengalami muntah dan diare disertai dehidrasi. Selama menjalani perawatan, bayi S sempat dipasang infus pada tangan kiri sebelum dipindahkan ke tangan kanan.
Keluarga kemudian melaporkan kondisi tangan kanan bayi mengalami pembengkakan, melepuh, hingga menghitam.
Peristiwa itu memicu dugaan kelalaian medis, dan menjadi sorotan publik di Kaltim. Dinas Kesehatan Kaltim, bersama Komisi IV DPRD Kaltim turut menindaklanjuti kasus tersebut.
BACA JUGA: RSUD AWS Pastikan Penanganan Pasien Bayi Luka di Tangan Sesuai Prosedur
Sudirman mengungkapkan, pihak rumah sakit juga mengakui terdapat sejumlah kelemahan pada aspek prosedural selama proses penanganan pasien berlangsung.
“Pihak rumah sakit mengakui bahwasanya ada kelemahan-kelemahan, terutama di dalam prosedural,” ujarnya.
Ia menilai, hasil audit internal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen rumah sakit untuk memperbaiki pelayanan kepada pasien ke depan.
“Harapannya tentu ada pembenahan supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi kepada pasien lain,” beber Sudirman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: