Bankaltimtara

Bulog Serap 10.600 Ton Gabah Petani Paser dan PPU hingga April 2026

Bulog Serap 10.600 Ton Gabah Petani Paser dan PPU hingga April 2026

Petani di Paser panen padi.-istimewa-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Sebanyak 10.600 ton gabah petani lokal di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) pada periode Januari hingga April 2026.

Serapan gabah petani di awal tahun ini bahkan sudah mendekati jumlah target serapan gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 15.200 ton dalam setahun.

“Jumlah serapan gabah kemungkinan akan meningkat karena ke depan petani masih melakukan panen,” kata Kepala Bulog Cabang Paser-PPU, Ridhwan, Kamis 7 Mei 2026.

Penyerapan gabah dilakukan oleh Bulog dengan melibatkan tim lapangan yang diterjunkan langsung ke sentra-sentra pertanian produksi padi.

BACA JUGA: Gudang Bulog di Bontang Bisa Kendalikan Harga Beras

Tim serap gabah itu bertugas di masing-masing kabupaten guna memastikan hasil panen petani dapat langsung diakomodasi tanpa kendala distribusi.

Gabah yang diserap dari petani disiapkan sebagai bahan baku utama beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal Paser dan PPU.

“Setiap kabupaten memiliki satu tim serap gabah yang siap turun ke lapangan untuk membeli hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.

Harga pembelian tersebut dinilai cukup membantu petani karena memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga stabilitas harga gabah saat musim panen berlangsung.

BACA JUGA: Bulog Paser Serap 13.000 Ton Gabah Petani hingga Akhir 2025, Sayang Petani Masih Banyak Jual ke Tengkulak

Dengan adanya kepastian pembelian dari Bulog, petani tidak perlu khawatir hasil panennya mengalami penurunan harga akibat melimpahnya produksi.

“Mayoritas gabah yang kami serap di Kabupaten Paser berasal dari Desa Sungai Tuak karena wilayah itu memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan aktif melakukan panen,” ungkap Ridhwan.

Setelah dilakukan penyerapan, seluruh gabah hasil panen petani selanjutnya dibawa ke mitra pengolahan yang telah bekerja sama dan terdaftar di Bulog Kancab Paser-PPU.

Di lokasi tersebut, gabah akan diproses menjadi beras sebelum didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: