Bankaltimtara

Gudang Bulog di Bontang Bisa Kendalikan Harga Beras

 Gudang Bulog di Bontang Bisa Kendalikan Harga Beras

Pengukuran lahan yang akan dibangun gudang Bulog di kawasan Bontang Lestari.-Michael Fredy Yacob-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Gudang Bulog ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat. Pemerintah kota (Pemkot) Bontang melihat gudang tersebut sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Taman.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, keberadaan gudang Bulog di Bontang akan menjadi kunci dalam mengendalikan fluktuasi harga bahan pokok yang selama ini kerap terjadi. 

Selama ini, Bontang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Ketergantungan tersebut membuat harga relatif mudah bergejolak.

Terutama ketika distribusi terganggu atau permintaan meningkat, seperti saat hari besar keagamaan.

BACA JUGA: Pembangunan Gudang Bulog di Bontang Segera Terealisasi, BPN: Sertifikat Lahan Hampir Selesai

“Kalau kita punya gudang, kita tidak terlalu bergantung dari luar. Bahkan kalau ada pasokan dari Sulawesi, bisa langsung kita tampung di sini,” katanya saat dihubungi, Sabtu, 18 April 2026.

Baginya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Pemerintah daerah (Pemda) membutuhkan sistem penyangga yang mampu menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan.

Sehingga, dengan adanya gudang Bulog di kota Industri ini, pemerintah dapat menyimpan cadangan bahan pokok dalam jumlah besar. Terutama beras, untuk digunakan sewaktu-waktu. 

“Cadangan ini memungkinkan intervensi pasar dilakukan secara cepat dan terukur. Utamanya saat terjadi lonjakan harga di momen-momen tertentu,” tambahnya.

BACA JUGA: Kutai Barat Fokus Infrastruktur Pangan 2026, Gudang Bulog Jadi Prioritas

Fungsi gudang Bulog tidak hanya sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai instrumen pengendali pasar. Saat harga naik, stok dapat segera didistribusikan untuk menekan kenaikan. 

Sebaliknya, saat pasokan melimpah, gudang dapat menampung agar harga tidak jatuh.

“Upaya ini dinilai lebih efektif dibandingkan intervensi jangka pendek seperti operasi pasar, karena didukung oleh ketersediaan stok yang memadai,” terangnya.

Meski demikian, politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga keseimbangan dengan pelaku usaha.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: