Kadin Bontang: Sertifikasi K3 BNSP dan Kemnaker Setara, Jangan Dibeda-bedakan
Wakil Ketua Kadin Bontang Bidang SDM, Frans Micha.-(Ist./ Dok. Pribadi)-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Polemik sertifikasi pekerja safety di Kota Taman, ditanggapi oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bontang.
Ada 2 lembaga yang mengeluarkan sertifikasi untuk safety. Yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Wakil Ketua Kadin Bontang Bidang SDM, Frans Micha mengatakan, kedua jenis sertifikasi ini sebenarnya sama di mata hukum. Karena, semua sertifikasi ini dikeluarkan oleh lembaga resmi pemerintah.
“Seharusnya tidak ada pembedaan. Kalau saya, semua sertifikat saya dikeluarkan oleh BNSP. Saya banyak mengikuti proyek-proyek dari pemerintah. Jadi, kalau ada perusahaan yang membedakan kedua sertifikat ini, menurut saya itu sudah salah,” katanya, Selasa, 31 Maret 2026.
BACA JUGA: Perbedaan Pengakuan Sertifikasi HSE di Dunia Industri Bontang Membingungkan Calon Tenaga Kerja
BACA JUGA: DPRD Bontang Tegaskan Semua Sertifikasi Tenaga Kerja Setara
Ia menyebut, keduanya memiliki sedikit perbedaan. Sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP hanya berbentuk online.
Sementara, dari Kemnaker masih berbentuk fisik. Sehingga, ketika ingin mendaftar ke OSS, sertifikasi yang dikeluarkan BNSP bisa lebih mudah.
“Jika ada perusahaan yang masih membedakan antara sertifikat yang dikeluarkan BNSP ataupun Kemnaker, saya rasa perusahaan tersebut tidak tau aturan. Mereka tidak baca aturan yang ada dengan baik,” bebernya.
Di sisi lain, lowongan pekerjaan untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat terbatas. Dalam banyak kasus, hanya satu orang yang ditugaskan untuk mengawasi keselamatan kerja di lapangan.
BACA JUGA: BLT di Bontang Belum Tersalurkan Sepenuhnya, Neni: Segera Cairkan!
BACA JUGA: Terancam Tsunami Anggaran, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot Bontang
“Kalau di proyek jalan misalnya, biasanya hanya ada satu tenaga K3. Berbeda dengan tukang, operator, atau welder yang jumlahnya bisa banyak,” jelasnya.
Keterbatasan ini bukan karena profesi K3 tidak penting. Melainkan karena fungsi utamanya lebih pada pengawasan. Seorang tenaga K3 bertugas memastikan standar keselamatan dipatuhi. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri hingga identifikasi potensi bahaya di area kerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
