Bankaltimtara

Faktor Geografis, Penyebab Dokter Spesialis Tak Berminat Tugas di Kutai Barat

Faktor Geografis, Penyebab Dokter Spesialis Tak Berminat Tugas di Kutai Barat

RSUD HIS Kutai Barat masih menghadapi kekurangan tenaga dokter spesialis untuk menunjang layanan kesehatan.-Eventius/Nomorsatukaltim-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Keterbatasan tenaga dokter spesialis di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) masih menjadi tantangan serius dalam peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Barat.

Direktur RSUD HIS, Nyoman Sumahardika menyebut, persoalan tersebut sebagai pekerjaan rumah (PR) yang belum sepenuhnya teratasi hingga saat ini.

Ia menjelaskan, pemenuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter spesialis, masih menjadi fokus utama yang terus diupayakan pihak rumah sakit. Berbagai langkah telah ditempuh, namun hasilnya belum maksimal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengusulkan formasi dokter spesialis melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

BACA JUGA: RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

BACA JUGA: Bersedia Tugas di Daerah Terpencil, Dokter Spesialis Dijanjikan Insentif Rp30 Juta per Bulan

Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil lantaran minimnya minat pelamar yang mendaftar.

“Sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemenuhan SDM ini, sama seperti di rumah sakit lain, sudah memasukkan formasi CPNS untuk dokter spesialis, tapi tidak ada yang melamar,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Menurut Nyoman, faktor geografis menjadi salah satu kendala utama yang memengaruhi rendahnya minat tenaga medis untuk bertugas di daerah.

Letak Kutai Barat yang relatif jauh dari pusat kota menjadi pertimbangan tersendiri bagi para dokter spesialis.

BACA JUGA: Idealnya 7 Baru Ada 3, Dinkes Mahulu Ajukan Kebutuhan Dokter Spesialis ke Pemprov Kaltim

BACA JUGA: Pemkab Kukar Gandeng Universitas Hasanuddin Makassar Siapkan Dokter Spesialis

“Itu yang menjadi kesulitan kita, karena mungkin daerah kita ini jauh, orang berpikir mau kerja ke sini,” ucapnya.

Kondisi tersebut membuat RSUD HIS tidak bisa hanya bergantung pada satu jalur rekrutmen. Manajemen rumah sakit pun melakukan berbagai langkah alternatif guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait