Hipertensi dan Diabetes Hantui Balikpapan, Pola Makan jadi Penyebab
Ilustrasi pengidap hipertensi.-freepik-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Pola penyakit warga Kota Balikpapan mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila sebelumnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) mendominasi layanan kesehatan, kini penyakit tidak menular justru menempati posisi teratas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa hipertensi dan diabetes menjadi dua penyakit dengan angka tertinggi, yang tercatat di fasilitas kesehatan wilayah Balikpapan.
"ISPA masih ada, terutama pada kelompok yang sensitif terhadap suhu dingin. Namun sekarang trennya bergeser. Penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes justru meningkat signifikan," kata Alwiati belum lama ini.
BACA JUGA:Banyak Titik Marka Memudar, DPRD Dorong Jalur Sepeda Balikpapan Jadi Sistem yang Terhubung
Ia menjelaskan, lonjakan tersebut berkaitan erat dengan perubahan pola hidup masyarakat.
Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak semakin sering dijumpai, ditambah minimnya aktivitas fisik harian.
Kebiasaan makan berlebihan, khususnya setelah waktu puasa, juga turut memperburuk kondisi kesehatan sebagian warga, terutama mereka yang telah memiliki riwayat gangguan gula darah.
"Banyak yang tidak mengatur asupan sesuai anjuran medis. Ini mempercepat kenaikan gula darah dan memicu komplikasi," ujarnya.
BACA JUGA:80 Persen Jurnalis Akui Pernah Swasensor, Isu MBG dan PSN Paling Sering Dibatasi
Selain faktor makanan, maraknya konsumsi makanan instan dan gaya hidup sedentari dinilai memperbesar risiko penyakit tidak menular dalam jangka panjang.
Merespons kondisi itu, Dinas Kesehatan memperkuat upaya pencegahan melalui berbagai program promotif.
Mulai dari pemeriksaan tekanan darah rutin di puskesmas, edukasi gizi seimbang, hingga sosialisasi pengendalian diabetes di tingkat kelurahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

