Pemkab Berau Siapkan Rp9 Miliar untuk Dukung Pemisahan BPBD dan Damkar
Kepala BPBD Berau, Masyahadi Muhdi.-(Disway Kaltim/ Azwini)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp9 miliar dalam APBD 2026 untuk mendukung pemisahan kelembagaan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kepala BPBD Berau, Masyahadi Muhdi, mengatakan bahwa proses pemisahan kedua instansi tersebut kini terus dimatangkan.
Regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) telah diterbitkan, termasuk pemisahan pengelolaan anggaran masing-masing lembaga.
“Secara regulasi sudah siap, anggaran juga telah dialokasikan secara terpisah. Saat ini tinggal penetapan pejabat definitif serta penguatan sumber daya manusia,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.
BACA JUGA: Pemkab Berau akan Bentuk BRIDA dan Damkartan
BACA JUGA: Pisah dari BPBD Berau, Disdamkartan Jadi Dinas Baru Tahun Depan
Menurutnya, anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung proses pemisahan kelembagaan, mulai dari pembentukan struktur organisasi baru, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, hingga penyiapan sumber daya manusia di masing-masing instansi.
Ia menjelaskan, pemisahan ini dilakukan agar fungsi masing-masing instansi dapat berjalan lebih optimal.
BPBD akan difokuskan pada penanganan kebencanaan, mulai dari mitigasi hingga tanggap darurat, sedangkan Damkar tetap menjalankan tugas utama di bidang pemadaman kebakaran dan penyelamatan.
“Meskipun nanti sudah berpisah kelembangaan, tapi untuk sementara BPBD masih satu gedung damkar, nanti pemindahannya secara bertahap sesuai dengan kesiapan saran dan prasarannya,” katanya.
BACA JUGA: Jam Kerja ASN Pemkab Berau selama Ramadan Dikurangi, Berangkat Lambat Pulang Lebih Cepat
BACA JUGA: Pemkab Berau Siapkan TPA Sementara Jelang Operasional RSUD Tanjung Redeb
Ia menambahkan, Berau saat ini memiliki kerawanan terhadap sedikitnya 10 jenis bencana. Mulai dari banjir bandang, abrasi pantai, angin ekstrem, hingga gempa bumi.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian yang paling mendominasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

