Bankaltimtara

Bangunan Nonpermanen di Balikpapan Roboh Diterjang Angin, Pedagang Tewas Saat Berteduh

Bangunan Nonpermanen di Balikpapan Roboh Diterjang Angin, Pedagang Tewas Saat Berteduh

Proses evakuasi pedagang yang tertimpa bangunan roboh di Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, pada Minggu (8/2/2026).-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Balikpapan, membuat rangka bangunan nonpermanen di kawasan Kampung Baru ambruk, Minggu, 8 Februari 2026.

Peristiwa yang menewaskan seorang pedagang itu terjadi di Jalan 21 Januari, Gang Telaga Mas, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, sekira pukul 17.30 Wita.

Saat angin kencang menerjang kawasan itu, rangka bangunan yang hanya terdiri dari tiang-tiang kayu tidak mampu bertahan dan roboh secara tiba-tiba.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Kampung Baru, Kapten Laut (P) Komarudin mengungkapkan, bahwa laporan kejadian diterima tak lama setelah cuaca ekstrem terjadi.

BACA JUGA: Akademisi Soroti Jl MT Haryono Balikpapan Rawan Banjir karena Topografi Cekungan, Perlu Solusi Terpadu

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Begitu laporan masuk, tim segera bergerak ke tempat kejadian,” kata Komarudin di lokasi kejadian, Minggu, 8 Februari 2026 sore.

Korban diketahui bukan warga sekitar maupun pekerja di lokasi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan pedagang yang saat kejadian berada di area rangka bangunan untuk berteduh dari hujan.

“Korban berada di situ hanya untuk berteduh, bukan penghuni ataupun orang yang bekerja di bangunan itu,” jelas Komarudin.

BACA JUGA: Balikpapan Masuki Puncak Musim Hujan, Warga di Permukiman Rawan Banjir Diminta Siaga

Ia menambahkan, struktur yang roboh bukan bangunan permanen. Rangka tersebut baru berupa tiang-tiang dan belum selesai dibangun.

Saat ini, lokasi itu juga difungsikan sebagai gudang sementara dan kerap dimanfaatkan warga atau pengguna jalan untuk berlindung saat hujan karena areanya cukup luas.

Proses evakuasi korban melibatkan personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan, tim SAR gabungan, serta Basarnas. Petugas menghadapi kendala karena tubuh korban tertimpa material kayu berukuran besar.

“Evakuasi cukup sulit sehingga petugas harus menggunakan gergaji mesin untuk memotong material kayu yang menimpa korban,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait