Bankaltimtara

LPDP Siapkan 5.750 Beasiswa di 2026, Dinkes Berau Dorong Dokter Lanjut Spesialis

LPDP Siapkan 5.750 Beasiswa di 2026, Dinkes Berau Dorong Dokter Lanjut Spesialis

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Berau, Lamlay Sarie.-(Foto/ Istimewa)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah bersiap untuk membuka program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun ini. Dengan kuota yang disiapkan sebanyak 5.750 beasiswa.

Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, menilai, program ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah, termasuk di Kabupaten Berau.

"Program ini membuka peluang besar bagi dokter di daerah untuk melanjutkan pendidikan spesialis di perguruan tinggi ternama di Indonesia, sekaligus menjadi strategi jangka panjang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," ujar Lamlay, Senin 19 Januari 2026.

BACA JUGA: Kisah Pelajar SMK Putra Bangsa Bontang dapat Beasiswa ke India, Jualan Kue sebelum Sekolah

BACA JUGA: Presiden Prabowo Usul Dana Sitaan Rp13 Triliun Kasus CPO dari Kejaksaan Agung Dialihkan ke LPDP

Berdasarkan informasi yang berkembang, penerima beasiswa LPDP dokter spesialis telah tersebar di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi, khususnya di Pulau Jawa.

Meski demikian, Lamlay menegaskan, bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui pendidikan spesialis tidak mengesampingkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Untuk level Puskesmas, kebutuhan utama saat ini masih bertumpu pada dokter umum,” katanya.

Sementara, dokter spesialis dan subspesialis, akan diarahkan untuk memperkuat layanan di rumah sakit rujukan, guna meningkatkan kualitas penanganan pasien dengan kasus-kasus tertentu.

BACA JUGA: Mendiktisaintek Izinkan Penerima Beasiswa LPDP Berkarir di Luar Negeri

BACA JUGA: Minim Dokter Spesialis, Pelayanan RS Pratama Muara Bengkal Belum Optimal

Di sisi lain, Lamlay mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir akan terjadinya kekosongan tenaga medis akibat dokter umum yang melanjutkan pendidikan spesialis.

“Kebanyakan yang mengajukan pendidikan spesialis adalah dokter umum, sehingga tidak ada kaitannya dengan masalah pasien yang ditinggalkan,” ucap Lamlay.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: