Jembatan Mahakam Ulu Menunggu Hasil Uji, Penabrak Siap Ganti Kerusakan
Pilar IV Jembatan Mahulu yang ditabrak tongkang.-istimewa/PUPR Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM-Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Permukiman (PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda belum bisa memastikan keamanan Jembatan Mahulu usai ditabrak tongkang beberapa waktu lalu.
Seperti diektahui, jembatan Mahulu mengalami insiden penabrakan oleh tongkang yang ditarik kapal tunda milik PT Dharma Lancar Sejahtera.
Kepastian tersebut baru dapat ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan teknis menggunakan alat ukur.
Insiden tersebut melibatkan tongkang BG M80-1302 yang ditarik oleh tugboat TB KD2018. Saat melintas di Sungai Mahakam, rangkaian kapal itu menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu, tepatnya Pilar VI (P6).
BACA JUGA:Pilar VI Rusak Usai Ditabrak Tongkang, KSOP Batasi Lalu Lintas Sungai di Bawah Jembatan Mahulu
Fitra menjelaskan, hasil pengecekan awal yang dilakukan sejauh ini masih sebatas pengamatan visual. Dari pengamatan tersebut, ditemukan adanya kerusakan di bagian bawah pilar, khususnya pada Pilar VI, termasuk pecahan beton di area bawah abutment.
Namun secara kasat mata belum terlihat adanya kemiringan atau pergeseran struktur jembatan
"Kalau secara visual, memang ada benturan di bawah abutment dan pilar. Tapi pemiringan atau pergeseran belum kelihatan. Makanya harus diukur pakai alat untuk memastikan ada pergeseran atau tidak," ujar Fitra, belum lama ini.
Selain pemeriksaan visual, Dinas PUPR Kaltim juga akan melakukan pengukuran geometri baik di sisi bawah maupun di sisi atas jembatan.
Pengukuran ini bertujuan memastikan apakah terdapat perubahan posisi struktur secara horizontal maupun vertikal akibat benturan, serta untuk mengetahui secara pasti tingkat deformasi yang terjadi.
"Pengukuran dilakukan dari tiang ke tiang, dicek apakah ada pergeseran atau deformasi. Dari situ baru bisa dipastikan apakah masih aman untuk dilewati beban berat atau tidak,"jelasnya.
Dia menambahkan, pemeriksaan lanjutan menggunakan alat ukur atau alat sinar geometri dilakukan pada Rabu (24/12/2025).
Alat tersebut digunakan untuk mendeteksi pergeseran struktur yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

