UMKM Kaltim Didorong Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Ekonomi Hijau
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat memberikan sambutan di Atrium Pentacity Mall.-Salsabila/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur diarahkan tidak hanya pada pemanfaatan teknologi digital. Namun juga penerapan prinsip ekonomi hijau.
Dorongan tersebut ditegaskan dalam gelaran Mahligai Nusantara 2025, yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan.
Salah satu langkah konkret adalah peluncuran fitur QRIS Tap, inovasi pembayaran berbasis teknologi Near Field Communication (NFC).
BACA JUGA:Harga Emas Batangan Antam Sabtu 27 September 2025 Melonjak, Catatkan Rekor Lagi!
Dengan fitur tersebut, transaksi cukup dilakukan dengan menempelkan ponsel ke mesin pembayaran tanpa perlu memindai kode QR.
Fiturnya pun dipraktikkan langsung saat transaksi di stan kuliner UMKM.
BACA JUGA:Sinarmas Land Pasarkan El Como, Hunian Pinggir Danau Mulai Rp3,3 Miliar
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi pintu masuk UMKM untuk naik kelas.
Sejak diperkenalkan pada 2019, QRIS kini digunakan hampir 50 juta pengguna. 93 persen di antaranya berasal dari UMKM.
Adapun total transaksi tercatat 6,1 miliar kali dengan nilai Rp579 triliun, bahkan melampaui transaksi kartu debit dan kredit.
"QRIS kini sudah terhubung dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, dan ke depan India serta Tiongkok. Artinya, UMKM punya peluang masuk pasar global dengan sistem pembayaran yang terintegrasi," ujarnya saat kegiatan berlangsung.
BACA JUGA:Keren, 1 Ton Arang Produksi Warga Binaan Rutan Tanah Grogot Diekspor ke Korsel
Sementara itu Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa transformasi UMKM tidak cukup hanya dengan digitalisasi.
Baginya, keberlanjutan usaha menjadi kunci agar UMKM tetap relevan dengan arah ekonomi dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

