Bankaltimtara

Pertamina Pastikan Stok Gas Elpiji 3 Kg Aman, Imbau Masyarakat Tidak Usah Panik

Pertamina Pastikan Stok Gas Elpiji 3 Kg Aman, Imbau Masyarakat Tidak Usah Panik

Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Henry Eko-Disway/ Mayang-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Pertamina memastikan stok gas elpiji 3 kg aman. BUMN Migas itu juga mengklaim pendistribusian gas elpiji bersubsidi ke agen penyalur di Samarinda tanpa hambatan alias berjalan normal.

Hal itu disampaikan Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Henry Eko, ditemui di Ruang Rapat Utama DPRD Samarinda, Kamis (6/2/2025).

Menurut Henry, Pertamina terus mendistribusikan LPG 3 kg sesuai dengan jumlah kebutuhan di masing-masing agen.

“Pengguna gas LPG 3 kg tidak usah panik. Kami tetap distribusikan, tetap normal seperti biasanya,” ucap Henry.

BACA JUGA: LPG 3 Kilogram Masih Langka, Andi Harun Ancam Cabut Izin Pangkalan

BACA JUGA: Paser Kekurangan 2.861 Metrik Ton LPG Bersubsidi, Pemkab Usulkan Tambahan Kuota

Kuota gas elpiji bersubsidi ini, ujarnya, setiap tahunnya diusulkan terus naik dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, terkait jumlah pasti kuota gas elpiji 3 kg tahun ini menjadi kewenangan Dirjen Migas Kementerian ESDM.

“Terkait kuota LPG ini kewenangan di Dirjen Migas dan BBM di Badan Pengatur Hilir Migas. Pertamina hanya sebagai operator. Tapi kami mengupayakan semoga tahun ini kuota naik,” ujar Henry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah membatalkan aturan terkait larangan mengecer elpiji 3 kg.

BACA JUGA: Akhirnya Pengecer Boleh Jual LPG 3 Kg Lagi, Tapi Harus Penuhi Syarat Berikut

BACA JUGA: Harga LPG 3 Kg di Mahulu Tembus Rp50 Ribu, Pangkalan: Di Sini yang Penting Barangnya Ada

Presiden memerintahkan agar pengecer menjadi sub pangkalan sehingga dapat menjual gas melon itu kembali.

Oleh karena itu, kata Henry, saat ini Pertamina tengah menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah.

Pengecer tabung gas elpiji 3 kg, yang kini berstatus sub pangkalan, akan diwajibkan mengunduh dan menggunakan aplikasi Merchant Apps Pangkalan (MAP) milik Pertamina.

Aturan itu agar memudahkan pendataan Pertamina serta menyingkronkan sesuai dengan stok yang ada. “Namun penyaluran LPG 3 kg (ke masyarakat) tetap menggunakan KTP," tegas Henry.

BACA JUGA: Samarinda Theme Park Klarifikasi Penutupan Sementara, Sebut Masih dalam Tahap Perizinan

BACA JUGA: Berau Diterjang Banjir, Warga Ngaku Sudah Biasa

Selain itu, jumlah pangkalan di Samarinda juga dipastikan sanggup memenuhi permintaan kebutuhan gas elpiji 3 kg bersubsidi itu ke pengecer dan masyarakat.

Untuk harga jual dari Pertamina ke agen juga tidak ada perubahan, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Sedangkan untuk harga jual LPG 3 kg dari agen ke pangkalan, harus sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung yang berlaku di kota Samarinda.

“Kalau harga jual di luar HET dan mengambil keuntungan tersendiri, masuknya makelar,” sebut Henry.

BACA JUGA: Banyak Hilang, Manhole Trotoar di Tanah Grogot Dibiarkan Menganga

BACA JUGA: Imbas Sidang Gugatan Pilkada 2024 Masih Bergulir, Pelantikan Kepala Daerah di Balikpapan Diundur

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga juga berencana membuat satgas penyaluran gas elpiji dan bahan bakar minyak (BBM), menggandeng Forkopimda di tiap daerah.

Henry mengungkapkan hal itu dilakukan agar kelangkaan tidak terus berlarut-larut di Kaltim, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Semoga tidak ada kendala operasional dalam penyaluran LPG hingga Ramadan dan Lebaran, sehingga terus berjalan lancar,” tutup Henry.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: