Bupati Berau Tegaskan Dana Rp 1,67 Triliun di Bank Bukan Uang Mengendap, Tapi...
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.-Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM – Kabupaten Berau masuk dalam daftar 10 besar kabupaten/kota di Indonesia dengan simpanan dana pemerintah daerah di bank terbesar.
Data tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berdasarkan laporan Bank Indonesia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025.
Dalam pemaparannya, Tito menjelaskan bahwa dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, jumlah dana pemerintah daerah yang tersimpan di perbankan hingga September 2025 mencapai sekitar Rp 134 triliun.
Dari total tersebut, Kabupaten Berau menempati urutan ke-10 dengan nilai simpanan mencapai Rp 1,67 triliun.
Data tersebut menggambarkan masih adanya dana APBD yang belum dibelanjakan dan sementara tersimpan di bank.
Padahal seharusnya dapat segera dimanfaatkan untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di daerah.
Menanggapi hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa dana Rp 1,67 triliun yang tercatat sebagai simpanan di bank bukan merupakan uang yang mengendap dalam jangka panjang.
Melainkan bagian dari pengelolaan keuangan daerah yang tengah menunggu tahapan pencairan proyek.
“Sebenarnya itu bukan simpanan jangka panjang. Dana itu sedang kita siapkan untuk membiayai kegiatan dan proyek yang sedang berjalan. Jadi sifatnya sementara,” ujar Sri Juniarsih, Rabu 22 Oktober 2025.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Usul Dana Sitaan Rp13 Triliun Kasus CPO dari Kejaksaan Agung Dialihkan ke LPDP
Menurutnya, penyimpanan dana di bank dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban administrasi keuangan daerah, sebelum dibayarkan kepada pihak pelaksana pekerjaan.
“Tidak mungkin kita membayar kegiatan sebelum pekerjaan berjalan. Jadi dana itu kita simpan dulu di bank tertentu. Nanti kalau sudah waktunya bayar, baru kita keluarkan,” jelasnya.
Bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal itu juga menyebut, dana daerah tidak hanya ditempatkan di bank umum, tetapi juga di Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

