Berau Krisis Dokter, Layanan Kesehatan di Pelosok Terkendala
Puskesmas Tepian Buah, di Kecamatan Segah, Berau sedang kekurangan dokter.-Azwini/Disway Kaltim-
Lamlay menjelaskan, rotasi antarwilayah biasanya hanya berlangsung singkat. Maksimal dua minggu. Karena sebagian besar dokter masih menjalani pelatihan dasar CPNS.
Penempatan dokter di daerah terpencil juga diakuinya bukan perkara mudah.
Minimnya minat, serta adanya permintaan dari pihak keluarga agar ditempatkan di wilayah perkotaan, menjadi kendala tersendiri.
“Ibaratnya kamu tutup kiri, kanan kosong. Tutup kanan, kiri kosong. Jadi serba dilematis,” keluhnya.
Lebih lanjut, Lamlay menyebut pihaknya juga telah mengupayakan pemenuhan tenaga medis melalui program Nusantara Sehat yang diinisiasi Kementerian Kesehatan.
Salah satu syarat mutlak program ini adalah fasilitas kesehatan yang diajukan harus terdata tanpa dokter dalam sistem Kemenkes.
“Pekan lalu saya sudah menandatangani pengajuan. Insyaallah, mudah-mudahan hasilnya positif dan kita bisa mendapat bantuan dokter dari Nusantara Sehat,” ucapnya.
Kabar baiknya, mulai Rabu 6 Agustus 2025 ini, seorang dokter akan dikirim ke Kampung Tepian Buah melalui program tersebut.
Dokter itu bernama Andi Ayatusyifa A Mangopo. Ia akan mengisi kekosongan layanan medis berdasarkan surat penugasan Kemenkes bernomor PG.01.05/F.IV/3550/2025.
Masa penugasan berlaku sejak 1 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2027.
Lamlay menegaskan, pemerataan distribusi tenaga medis ke seluruh puskesmas tetap menjadi prioritas Dinkes Berau.
Meskipun tantangan kekurangan dokter di wilayah tertentu masih cukup besar.
Namun dia optimistis, tambahan formasi dari jalur CPNS akan memperkuat layanan dasar kesehatan ke depan.
“Melalui penerimaan CPNS ini, kita mulai mendapat tambahan tenaga, termasuk dokter. Ini sangat membantu memperbaiki distribusi yang selama ini belum merata,” ujarnya.
Dia memastikan, persoalan kekurangan tenaga kesehatan tidak akan dibiarkan berlarut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

