Danantara, Antara Harapan dan Realita
Diskusi nasional, Danantara, Solusi Investasi Daerah & Strategi Menghadapi Badai Global.-Bayong/Disway Kaltim-
Contohnya, Pemprov Banten yang berencana membangun pelabuhan internasional namun terganjal anggaran.
Nah, danantara diharapkan bisa meng-cover. Sehingga manfaatnya untuk memajukan investasi benar-benar terasa.
Manfaatnya diragukan
Tapi, ada pula yang meragukan. Ketua Forum Pimred Multimedia Indonesia (FPMI) Aceh, Asnawi Kumar orangnya.
Alih-alih untuk meningkatkan pemerataan, danantara dikhawatirkan hanya akan memajukan investasi di daerah Jawa saja.
"Contohlah Aceh. Migas dan sumber daya kami sudah banyak diberikan ke pemerintah pusat, tapi apa yang kami dapat?" sindir Asnawi yang saat itu mengenakan kemeja putih.
Nah, jika uang danantara ini terkumpul, ia khawatir nanti hanya akan berputar di daerah Jawa saja. Sehingga tidak jauh berbeda dengan pengalokasian APBN pada umumnya.
Kejaksaan Minta Dilibatkan
Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap skema investasi Dana Danantara.
Hal tersebut disampaikan oleh Lilik Haryadi, Kasubid Hubungan Antar Lembaga Pemerintah Kejaksaan Agung RI.
Tujuannya agar keberadaan danantara benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah, dan terhindar dari potensi penyimpangan.
Ia mengungkapkan, Danantara yang mengimpun potensi dana ratusan triliun dari aset BUMN, memiliki risiko besar jika tidak dikawal secara serius. Investor asing bisa enggan berinvestasi.
Karenanya keberadaan Danantara katanya harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola. Bukan malah menambah daftar skandal keuangan negara.
"Kalau dulu banyak anak perusahaan BUMN jadi ladang penyimpangan, maka Danantara jangan sampai jadi skema baru yang membuka ruang fraud,” tegas Lilik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

