Bankaltimtara

PEDA XI KTNA Kaltim 2025 Resmi Dibuka di Kutai Barat

PEDA XI KTNA Kaltim 2025 Resmi Dibuka di Kutai Barat

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, tiba di arena Pekan Daerah KTNA XI Petani dan Nelayan se-Kaltim di Kutai Barat, Sabtu, 21 Juni 2025.-Eventius Suparno-nomorsatukaltim.disway.id

KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Pekan Daerah (PEDA) XI Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) se-Kalimantan Timur resmi dibuka dengan meriah di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (21/6/2025).

Ajang akbar petani dan nelayan ini akan berlangsung selama sepekan, dari 21 hingga 27 Juni 2025, dan diikuti lebih dari 1.700 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Pembukaan berlangsung penuh semangat dengan penampilan Tarian Peteena Jaya Makmur serta ritual adat tepong tawar yang melambangkan doa keselamatan dan keberkahan bagi seluruh peserta. Ribuan warga turut memadati lokasi pembukaan untuk menyaksikan langsung acara yang sarat nilai budaya dan kebersamaan ini.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pembukaan tersebut. Di antaranya adalah Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang didampingi sang istri sekaligus Ketua TP PKK Kaltim, Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud.

BACA JUGA: IBI Kubar Gelar Fun Walk, Kampanye Cegah Stunting dan Dukung Indonesia Emas 2045

Hadir pula Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Ketua Umum KTNA Nasional Mohammad Yadi Sofyan Noor, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Ketua KTNA Kutai Barat Ekti Imanuel, serta para kepala dinas dan pejabat dari berbagai daerah di Kaltim.

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa forum PEDA adalah bagian penting dari strategi besar pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama kemajuan bangsa, dan hal itu selaras dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Rudy menekankan bahwa pembangunan sektor pangan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029.

BACA JUGA: Mediasi Disnaker Berbuah Manis, Tiga Perusahaan Tambang Siap Bayar Hak Pekerja

Ia juga menyebut bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen penuh dalam mendukung agenda tersebut, baik dari segi anggaran, program, maupun kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan.

“Keamanan pangan adalah kunci kemajuan bangsa. Sebab itu, pembangunan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan harus terintegrasi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029. Ini menjadi komitmen kita bersama dalam mendukung cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto mewujudkan ketahanan pangan nasional,” katanya. 

Lebih lanjut, Rudy mengapresiasi keberadaan KTNA sebagai wadah yang telah terbukti konsisten memperjuangkan nasib petani dan nelayan.

Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, untuk bergandengan tangan membangun sektor pertanian dan perikanan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: