Harapan Sekolah Swasta di Samarinda, Ingin Buku Gratis juga dari Pemerintah
Amiruddin Kepala sekolah SMP Aminah Syukur Samarinda.-rahmat/disway kaltim-
“Kami sangat berharap agar ke depan tidak ada lagi siswa yang dibebani membeli buku paket. Jika semua sekolah mendapat dukungan yang sama, kualitas pendidikan pun akan lebih merata,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Samarinda menegaskan seluruh siswa sekolah negeri kini terbebas dari kewajiban membeli buku ajar dan lembar kerja peserta didik (LKPD).
Program pengadaan buku gratis ini dibiayai penuh oleh Pemkot. Berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan sekolah tidak berhak lagi memungut biaya pembelian buku dari siswa.
BACA JUGA:Dishub Samarinda Dorong Pengalokasian 5 Persen APBD untuk Transportasi Massal
BACA JUGA:IDI Samarinda akan Panggil Dokter Terlapor Kasus Dugaan Malapraktik
Apalagi program buku gratis ini adalah edaran langsung dari Disdikbud dan juga Pemkot Samarinda.
“Namanya gratis, ya gratis. Tidak ada tafsir lain. Pemerintah yang menyediakan bukunya,” tegas Wali Kota Samarinda, Andi Harun belum lama ini.
Ia mengatakan bahwa keluhan orang tua murid saat ini adalah terkait kewajiban membeli buku melalui berbagai cara.
Seperti fotokopi atau kerja sama dengan penerbit. Yang demikian tidak boleh lagi terjadi di seluruh sekolah negeri yang ada di Kota Tepian.
“Semua bentuk pengadaan buku yang memberatkan siswa itu harus dihentikan. Sekarang, baik buku ajar maupun buku pegangan diberikan secara cuma-cuma,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

