Pemkab Berau Mulai Siapkan Rencana Penangkaran Buaya, Fokus pada Percepatan Izin dan Kajian Lokasi
Ilustrasi penangkaran buaya.-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM — Pemkab Berau mematangkan rencana pembangunan penangkaran buaya, demi menjaga habitat satwa liar tersebut.
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari serangkaian insiden serangan buaya di wilayah pesisir dan sungai Berau.
Termasuk peristiwa tragis yang terjadi pada pertengahan Oktober lalu di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Bangun Fasilitas Olahraga di Kampung Bisa Gunakan ADK
Diketahui sebelumnya, seorang pemuda tewas diserang buaya saat sedang mencari ikan. Peristiwa itu memicu kemarahan warga yang kemudian memburu dan membunuh seekor buaya di sekitar lokasi.
BACA JUGA:Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Dihapus dari RTRW Berau
Padahal, buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. P.106 Tahun 2018.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah percepatan untuk mewujudkan penangkaran buaya sebagai solusi jangka panjang.
Menurutnya, gangguan terhadap habitat alami buaya di Berau menjadi salah satu pemicu meningkatnya konflik dengan manusia.
“Berau ini salah satu daerah yang memang menjadi habitat buaya. Tapi sekarang habitatnya sudah mulai terganggu, sehingga hewan-hewan ini datang ke pemukiman. Ini tentu membutuhkan penanganan khusus, penanganan yang serius,” ujar Gamalis, Jumat 31 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, proses perizinan penangkaran buaya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), karena kewenangan tersebut kini tidak lagi berada di bawah BKSDA Kalimantan Timur.
BACA JUGA:Karrap Fest 2025 Bakal Digelar Pada 5-9 November Mendatang dengan Konsep yang Lebih Besar
“Terkait izin, kami akan berkoordinasi dengan KKP seperti saat membuka gerai perikanan sebelumnya. Mudah-mudahan prosesnya bisa berjalan lancar karena ini kebutuhan mendesak,” ucapnya.
Meski rencana penangkaran sudah mulai disiapkan, mengaku saat ini masih melakukan penjajakan terhadap lokasi yang akan dijadikan lahan penangkaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

