Masih Ada Desa di Kutai Barat belum Teraliri Listrik PLN, Jarak Jaringan Terdekat hanya 2 Kilometer
Ilustrasi.-istimewa-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM — Di tengah gemerlap pembangunan yang merambah hingga pelosok Kutai Barat, ada satu kampung yang masih bergelut dengan gelap setiap malam.
Kampung Muara Ohong di Kecamatan Jempang, hingga kini belum ada jaringan listrik PLN. Sekitar 300 kepala keluarga (KK) di kampung yang berada di tepian Danau Jempang itu masih menggantungkan hidup pada genset dan penerangan seadanya.
Anggota DPRD Kutai Barat, Henrik mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi keluhan utama masyarakat saat dirinya melaksanakan reses di wilayah Jempang baru-baru ini.
Ia menyebut, Muara Ohong merupakan satu-satunya kampung di kecamatan itu yang belum tersentuh jaringan listrik PLN, meski jarak instalasi listrik dari kampung tetangga hanya sekitar 2 kilometer.
BACA JUGA: Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Siluq Ngurai Tertunda, Terkendala Status Jalan
BACA JUGA: DPRD Kubar Minta Evaluasi Menyeluruh, Serapan APBD Rendah karena Kinerja Teknis Belum Optimal
“Warga sudah sejak lama mengusulkan pembangunan jaringan listrik, baik ke pemerintah daerah maupun PLN. Saat saya turun ke lapangan, mereka menyampaikan keluh kesah yang sama betapa mereka ingin hidup seperti kampung lain yang sudah terang di malam hari,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kubar, Kamis 30 Oktober 2025.
Henrik menegaskan, aspirasi masyarakat tersebut bukan keluhan baru. Sejak beberapa tahun lalu, warga telah berharap pada janji pembangunan jaringan listrik yang tak kunjung terealisasi.
Ia menyayangkan kondisi itu terjadi di era ketika Kutai Barat telah banyak menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, PLN sebenarnya telah merencanakan program pembangunan jaringan listrik menuju Kampung Muara Ohong.
BACA JUGA: Interkoneksi Listrik Mahakam-Barito-Kayan Beroperasi Penuh Akhir Tahun
BACA JUGA: 234 Rumah di Berau Teraliri Listrik Gratis PLN, Pemkab Targetkan 100 Persen Terang 2027
Rencana itu masuk dalam daftar kerja tahun 2026 mendatang. Namun, ia menilai masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama, sebab kebutuhan listrik sudah sangat mendesak.
“Kami di DPRD akan kawal terus supaya jangan sekadar rencana di atas kertas. Program itu harus benar-benar terealisasi agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

