PPU dan 2 Daerah Selatan Kaltim Sepakat Kolaborasi Hadapi Tantangan Inflasi
Bupati PPU, Mudyat Noor saat hadir dalam kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan.-(Foto/ Istimewa)-
BADUNG, NOMORSATUKALTIM — 3 daerah di wilayah selatan Kalimantan Timur (Kaltim) bersepakat memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.
Kesepakatan ini terjalin dalam kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan.
Kegiatan tersebut mempertemukan TPID dari Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Pullman Legian Hotel, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat, 24 Oktober 2025.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, forum ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi lintas daerah dalam mengendalikan inflasi.
BACA JUGA: Tren Ekonomi Berlawanan: Balikpapan Deflasi, PPU Inflasi akibat Harga Pangan
BACA JUGA: Inflasi di Berau Pada Bulan Agustus Capai 1,87 Persen, Meningkat Dibanding Juli 2025
“Pengendalian inflasi adalah pilar fundamental dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan ini mustahil dihadapi secara parsial. Karena itu, perlu kolaborasi antarwilayah, lintas sektor, dan kebijakan yang terintegrasi,” ujarnya.
Mudyat menjelaskan, ketiga daerah di wilayah selatan Kaltim memiliki peran ekonomi yang saling melengkapi.
Kabupaten Paser unggul di sektor pertambangan dan perkebunan, Balikpapan kuat di industri, perdagangan, dan jasa, sementara PPU berperan sebagai lumbung pangan sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Sinergi antar daerah adalah kuncinya. Ketiganya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling menopang dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi,” tambahnya.
BACA JUGA: Bupati Mudyat Noor Sebut Ada 6 Langkah Konkret Kendalikan Inflasi di PPU
Kepala Perwakilan BI (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan diperkuat oleh TPID di tiga daerah tersebut.
Menurutnya, kerja sama antardaerah perlu dioptimalkan untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis dan memperkuat ketahanan pasokan melalui dukungan infrastruktur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

