Kaltim Ubah Arah Ekonomi dari Tambang ke Energi Hijau, Optimis Target 79 Persen pada 2045
Ilustrasi pertambangan batu bara.-istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATKALTIM- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus memperkuat langkah menuju transisi energi bersih 2045.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyebut, arah kebijakan energi daerah kini secara bertahap meninggalkan ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke sumber energi baru terbarukan (EBT).
"Selama 50 tahun terakhir, Kalimantan Timur hidup dari sumber daya alam, terutama energi fosil. Sekarang saatnya kita bertransformasi ke energi nonfosil," ungkap Bambang dalam kegiatan pembahasan transisi energi, pekan ini.
Dia mengatakan, proses peralihan ini merupakan momentum penting bagi Kaltim. Selain untuk mendukung target nasional, transisi energi juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.
"Plusnya tentu lingkungan akan menjadi lebih baik. Tapi di sisi lain, karena pendapatan daerah masih besar dari energi fosil, ini juga menjadi tantangan," ujarnya.
Bambang menjelaskan, meski transformasi energi ini memberikan dampak positif bagi lingkungan, namun kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan daerah masih sangat dominan.
"Bahkan kontribusi sektor pertambangan terhadap Pendapatan Bruto Regional Pemerintah (PBRP) mencapai 38 persen, sedangkan kontribusinya terhadap penerimaan nasional melalui PNBP mencapai 68 persen," sebut Bambang.
Namun, kata Bambang, sejumlah langkah strategis telah menunjukkan hasil positif. Ia mencontohkan keberadaan enam kilang (refinery) di wilayah Kaltim yang sudah memproduksi biodiesel B40, serta peningkatan jumlah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pemanfaatan biofuel serta biogas.
BACA JUGA: Refleksi Satu Tahun Prabowo-Gibran dari Bumi Borneo: Kemandirian Energi Masih Jauh dari Target
"Banyak PLTD yang sudah pensiun dini, diganti dengan solar cell dan biofuel. Ini yang membuat angka bauran energi terbarukan kita terus meningkat," kata dia.
Dari data Dinas ESDM, bauran energi terbarukan Kaltim pada 2025 telah mencapai 12,14 persen, mendekati target optimistis daerah yang berada di atas rata-rata nasional.
"Target nasional itu 70 persen, kita pasang target optimistis di kisaran 79 persen untuk jangka panjang. Sekarang kita memang berusaha untuk bagaimana mewujudkan sinergi transisi energi itu," terang Bambang.
Sebagai langkah konkret mempercepat transisi energi, Kaltim kini memacu pengembangan sistem energi hijau dengan total kapasitas mencapai 1,81 gigawatt (GW).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
