Bankaltimtara

Seniman Lokal Panen Untung dari Festival Erau 2025

Seniman Lokal Panen Untung dari Festival Erau 2025

Ahmal Harisa Saat Memainkan Alat Musik Miyogo Saat Pagelaran Festival Erau-dok.pribadi-

KUKAR, NOMORSATUKALTIM– Ratusan penampilan seni dari berbagai sanggar lokal tampil di Festival Budaya Erau Adat Kutai 2025.

Para seniman mengaku, selain banga bisa tampil di hadapan masyarakat, Erau juga berdampak positif bagi pendapatan mereka.

Ahmal Harisa misalnya, pemain Miyogo dari Sanggar Seni Cahaya Kedaton.

BACA JUGA:Sultan Kutai Turunkan 1.000 Pasukan Adat untuk Pengamanan Festival Erau 2025

Baginya Erau bukan hanya sarana berkesenian, tetapi juga memberikan pemasukan yang lebih baik dibandingkan hari biasa.

“Sebagai pelaku seni, pemasukan saat Erau sangat mendorong dan hasilnya juga bagus,” ungkap Ahmal, Senin (15/9/2025).

Ia menjelaskan, selama agenda Erau, aktivitas seni selalu padat dengan jadwal.

BACA JUGA:Ketopong, Logo Resmi Erau Adat Kutai 2025, Ini Filosofinya!

Honor yang diterima pun bisa lebih dari Upah Minimum Regional (UMR) Samarinda.

“Kalau acaranya banyak, misalnya penyambutan tamu atau pertunjukan di luar agenda utama, bisa sampai Rp 3,5 juta. Itu lebih (tinggi,red.) dari UMR Samarinda,” jelasnya.

Menurut Ahmal, di luar Erau, penghasilan pelaku seni tidak menentu. Kadang hanya mendapat ratusan ribu untuk sekali tampil. Bisa Rp 200 ribu atau bahkan Rp 300 ribu per lagu.

Hal senada disampaikan Yuliana Wulandari, penari dari Sanggar Tari Ketikai Kutai Kartanegara.

Dia mengaku keberadaan festival budaya ini membuka kesempatan luas bagi seniman untuk memperkenalkan karya dan melestarikan tarian tradisional.

BACA JUGA:Erau 2025 Hidupkan Kembali Lagu Ciptaan Maestro Lokal Almarhum Amat Gambus, Dijadikan sebagai Lagu Tema

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: