Bankaltimtara

Musim Angin Selatan Picu Lonjakan Sampah Laut di Balikpapan, DLH Tingkatkan Penanganan Pesisir

Musim Angin Selatan Picu Lonjakan Sampah Laut di Balikpapan, DLH Tingkatkan Penanganan Pesisir

Kumpulan sampah di bawah pemukiman rumah panggung di Kampung Baru Tengah, Kota Balikpapan.-Salsa/ Nomorsatukaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Volume sampah kiriman yang mengendap di sejumlah kawasan pesisir Balikpapan meningkat signifikan selama musim angin selatan.

Fenomena tahunan ini menyebabkan akumulasi limbah laut. Sebagian besar berupa sampah plastik dan limbah rumah tangga di area permukiman atas air, salah satunya di kawasan Sepakat 3, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk mengerahkan lebih banyak sumber daya.

Para petugas pun diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Mereka dilengkapi alat pelindung, seperti sepatu bot, masker dan sarung tangan, guna menangani sampah yang tersebar di antara permukiman terapung.

BACA JUGA: DLH Balikpapan Siapkan Lahan Insinerator, Tunggu Keppres sebagai Landasan Hukum

BACA JUGA: DLH Balikpapan Dorong Partisipasi Warga untuk Memilah Sampah, Salah Satunya Jadi Peluang Ekonomi

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menyatakan, bahwa peningkatan tim kebersihan dilakukan karena intensitas sampah kiriman meningkat secara musiman.

"Setiap musim angin selatan, kami selalu menghadapi lonjakan volume sampah yang terbawa dari laut," katanya saat dikonfirmasi, pada Selasa 5 Agustus 2025.

Menurut catatan DLH, rata-rata timbunan sampah yang mengendap di garis pantai bisa mencapai 6 hingga 9 ton per hari, bergantung pada pasang surut air laut.

Beberapa titik rawan tercemar berada di wilayah pemukiman atas air, muara sungai, dan perairan dekat pelabuhan rakyat.

BACA JUGA: Warga Masih Buang Sampah ke Sungai, DPRD Samarinda Usulkan Penambahan TPS di Muang, Lempake

BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Targetkan 204 Bank Sampah, Pengelolaan Sampah Kawasan Berlaku Mulai 1 Juli

Sebagian besar sampah diketahui bukan berasal dari aktivitas warga sekitar, melainkan terbawa arus laut dari wilayah luar Balikpapan.

Arus kuat selama musim angin selatan membawa limbah dari wilayah pesisir lain menuju Teluk Balikpapan dan kawasan Selat Makassar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: