Bankaltimtara

Bangkitkan Olahraga Tradisional lewat Sekolah dan Komunitas

Bangkitkan Olahraga Tradisional lewat Sekolah dan Komunitas

Bagus Surya Saputra Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim.-(Topan Setiawan/Disway Kaltim)-


1 Banner Dispora Kaltim 2025-(Foto/ Istimewa)- 

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Ancaman kepunahan olahraga tradisional akibat gempuran teknologi dan perubahan gaya hidup modern menjadi perhatian serius.

Merespons kondisi ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur meluncurkan strategi komprehensif.

Upaya ini melibatkan berbagai komunitas dan sekolah, bertujuan menanamkan kembali kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya tak benda ini.

Bagus Surya Saputra Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, menjelaskan pentingnya kolaborasi dengan beragam pihak.

Menurutnya, langkah ini esensial untuk menarik minat generasi muda pada jenis olahraga yang kaya nilai historis.

"Kami melakukan sosialisasi untuk menarik anak-anak dalam olahraga tradisional dengan menggandeng para komunitas olahraga tradisional, seperti komunitas BMX, sepeda ontel, dan olahraga lainnya," ujar Bagus saat ditemui di Kadrie Oening Tower, Samarinda, Selasa (22/07/2025) siang.

Salah satu pilar utama strategi ini, lanjut Bagus, adalah dengan langsung menyambangi sekolah-sekolah.

Tujuannya agar siswa, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), bisa merasakan langsung keseruan dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan serta olahraga masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan mampu meredam fenomena ketergantungan gawai yang kian merajalela di kalangan anak-anak.

"Kami melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, jadi mereka bermain sambil memperkenalkan kepada adik-adik SD, SMP, olahraga masyarakat. Jangan sampai olahraga tradisional, khususnya yang ada di Kaltim, terkikis oleh gadget," jelasnya.

Melalui program-program ini, Dispora Kaltim punya ambisi besar untuk memupuk kembali semangat kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan beraktivitas fisik sejak usia dini.

Implementasinya diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai ekspedisi lapangan dan kompetisi antarpelajar yang secara khusus mengusung permainan-permainan tradisional.

"Makanya itu kami melakukan sosialisasi, melakukan ekspedisi-ekspedisi, pertandingan-pertandingan antar pelajar di usia dini, anak SMP, anak SD,” imbuh Bagus.

Inisiatif Dispora Kaltim tidak berhenti pada aktivitas di lingkungan sekolah. Pihaknya juga aktif menggelar beragam acara dan kompetisi olahraga terbuka.

Ini merupakan bentuk ajakan yang lebih luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif, sekaligus menjadi upaya sistematis untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada perangkat elektronik.

"Kami juga memperbanyak event-event, pertandingan-pertandingan agar anak-anak tidak lagi ketergantungan dengan gadget,” tutup Bagus. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait