Bankaltimtara

Dishub Samarinda Dorong Transformasi Transportasi Umum Berkelanjutan Mulai 2026

Dishub Samarinda Dorong Transformasi Transportasi Umum Berkelanjutan Mulai 2026

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu-Rahmat/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Perhubungan Kota Samarinda menegaskan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang transportasi, dengan mengedepankan layanan angkutan umum yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Rencana ini disebut akan mulai diimplementasikan secara bertahap pada tahun 2026, menyesuaikan dengan kesiapan anggaran dan infrastruktur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan visi nasional yang mendorong seluruh pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan.

“Kita sudah punya rencana lengkap, tapi memang belum tersedia anggaran untuk 2025, jadi kita dorong pelaksanaannya di tahun 2026,” kata Hotmarulitua, Kamis 3 Juli 2025.

BACA JUGA: Sudah Dipasang Rambu Masih Melanggar Satu Arah, Pengendara Motor Ditindak Dishub Samarinda

BACA JUGA: Dishub Samarinda Dorong Pengalokasian 5 Persen APBD untuk Transportasi Massal

Menurut dia, pembangunan jalan baru bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan. Sebaliknya, pemerintah perlu mengubah pola pikir masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

“Kalau kita terus menambah lebar jalan atau membuka jalur baru, justru akan mendorong masyarakat membeli kendaraan pribadi. Padahal yang harus dilakukan adalah shifting, mendorong peralihan ke transportasi umum,” ujarnya.

Hotmarulitua memaparkan strategi “push and pull” yang akan diterapkan untuk mendorong penggunaan angkutan umum.

Strategi push meliputi rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, kebijakan ganjil genap, hingga pelarangan parkir di tepi jalan di ruas-ruas tertentu.

BACA JUGA: Banyak Truk Sering Parkir Tak Beraturan, Dishub Samarinda Sebut Kantong Parkir Solusinya

BACA JUGA: Pemkot Samarinda Ingin Buat Transportasi Massal Seperti Riau, DPRD Dukung Lewat Perda

Sementara strategi pull diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan angkutan umum. Dishub Samarinda merencanakan sistem transportasi berbasis digital, yang memungkinkan masyarakat mengetahui waktu kedatangan bus, jumlah kursi tersedia, tarif, dan nomor trayek secara real time melalui aplikasi.

“Model ini mirip seperti yang sudah diterapkan di Balikpapan. Di sana dibiayai APBN. Kami juga sudah mengajukan ke Kementerian agar bisa mendapatkan dukungan serupa,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait