PPU Mulai Sulit Dapat Pertamax, Warga Beralih ke Pertalite Meski Rela Antre di SPBU
Antrean mengular di SPBU Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. -awal/disway kaltim-
PPU, NOMORSATUKALTIM - Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mulai sulit didapat di PPU. Kondisi ini sudah terjadi sejak Senin (19/5/2025) lalu.
Kekosongan Pertamax salah satunya terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.
Bahkan sulitnya Pertamax telah diberitahukan kepada pengendara dengan tulisan yang tertempel di water barier atau pembatas jalan tepat arah masuk SPBU.
BACA JUGA:Balikpapan Krisis Pertamax, Dewan Minta Pertamina Evaluasi Internal
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga akan Tambah Pasokan Pertamax di Balikpapan dari Fuel Terminal Samarinda
Tulisan itu memuat "Pertamax Masih dalam Pengiriman". Kosongnya Pertamax ini mengakibatkan antrean yang mengular sekira 100 meter dari SPBU. Pengendara mengantre BBM jenis Pertalite.
"Saya kadang menggunakan Pertamax untuk kendaraan, namun karena stoknya kosong dan kini beralih antre jenis Pertalite," ujar salah seorang pengendara yang antre di SPBU Kilometer 9, Anto, Rabu (21/5/2025).
Dirinya mengaku tak perlu mengantre lama untuk mendapatkan Pertalite. Ia mengatakan, perkembangan kosongnya BBM yang terdapat di SPBU Kota Balikpapan secara langsung mempengaruhi pengendara di Kabupaten PPU.
"Bukan panic buying, tapi karena memang BBM ini adalah kebutuhan. Karena Pertamax kosong, saya sementara waktu pilih yang ada saja yakni Pertalite," jelas Anto.
Salah seorang Petugas di SPBU Kilometer 9, Ryan Agus, mengatakan kosongnya Pertamax telah terjadi sejak awal pekan.
Saat ini masih mengunggu pendistribusian, baik itu dari Kota Samarinda seperti informasi yang didapatnya.
"SPBU menjual Pertalite saja selama tiga hari ini, Pertamax kosong," ucap Ryan.
Ia bilang, keadaan normal pendistribusian Pertamax di SPBU Kilometer 9 yakni 8 ribu KL dalam sehari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
