Bankaltimtara

Mentan Minta Tidak Diadu Domba dengan Gibran soal 'Ditegur Wapres' karena Mafia Pangan

Mentan Minta Tidak Diadu Domba dengan Gibran soal 'Ditegur Wapres' karena Mafia Pangan

Mentan, Andi Amran Sulaiman minta tidak diadudomba dengan Gibran Rakabuming Raka melalui potongan video viral pernyataannya yang mengaku ditegur wapres akibat bubarkan mafia pangan.-(Foto/ Dok. Kementan)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluruskan informasi yang beredar terkait video pidatonya yang viral, yakni ketika menyebut dirinya pernah ditegur wakil presiden (wapres) soal pemberantasan mafia pangan.

Amran dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (20/4/2025), mengatakan bahwa pengalaman tersebut terjadi di masa lalu, bukan dalam konteks Wakil Presiden saat ini, yakni Gibran Rakabuming Raka.

“Perlu saya klarifikasi, teguran itu terjadi dulu, bukan dari wapres saat ini. Dan dulu juga saya anggap sebagai teguran yang sangat positif. Itu justru membuat saya makin hati-hati dan makin berani dalam memberantas mafia pangan,” kata Mentan, dilansir dari Antara.

Mentan Amran menegaskan bahwa Wapres Gibran justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pemberantasan mafia pangan dan korupsi yang saat ini terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian.

BACA JUGA: Penyerapan Beras Tinggi, Pemerintah Setop Impor Beras hingga 2026

BACA JUGA: Harga Kedelai Naik, Perajin Kecilkan Ukuran Tempe

"Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan wapres solid mendukung kita untuk bersih-bersih pangan dan membela petani,” katanya menambahkan.

Mentan menjelaskan bahwa pernyataan dalam video itu ia sampaikan dalam konteks akademik sebagai refleksi atas pengalaman masa lalu dalam memperjuangkan ketahanan pangan nasional.

"Saya ingin menunjukkan bahwa dalam menghadapi mafia pangan, kita harus berani, dan keberanian itu harus dibarengi dukungan dari pemimpin kita. Dan selama ini, saya mendapat dukungan penuh dari para presiden dan wakil presiden, termasuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran hari ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa buah komitmen pemberantasan mafia pangan yang dilakukan presiden dan wakil presiden memberikan hasil signifikan di Kementan.

BACA JUGA: 1 Hektare Lahan Program Ketahanan Pangan di Kuaro Siap Panen 300 Kg Jagung

BACA JUGA: Andi Harun Berikan Uang Saku 100 Riyal Kepada Calon Jamaah Haji Samarinda

Sepanjang periode sebelumnya, 784 kasus mafia pangan berhasil diungkap, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus-kasus tersebut mencakup pelanggaran terkait pupuk, hortikultura, peternakan, hingga praktik curang dalam distribusi beras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait