Sejumlah Desa di Paser Belum Teraliri Listrik, PLN Sebut Program PLTS Dimulai 2027
Ilustrasi PLTS.-Antara Foto-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Belum terjangkaunya jaringan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi persoalan di Kabupaten Paser.
Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah desa yang belum menikmati aliran listrik dari PLN. Mayoritas adalah daerah terpencil.
Ketua Komisi III DPRD Paser, Abdul Azis, mengatakan kondisi di beberapa desa terpencil seperti Desa Kepala Telake dan Desa Sebakung sangat membutuhkan aliran listrik.
Kedua desa tersebut menjadi perhatian karena masyarakatnya masih sangat membutuhkan akses listrik yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami terus mendorong agar persoalan listrik di desa-desa terpencil bisa segera dituntaskan. Akses listrik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan dasar lainnya,” kata Abdul Azis, Rabu 11 Maret 2026.
BACA JUGA:829 Pelaku Usaha di Paser Gunakan QRIS untuk Digitalisasi Pembayaran
Manajer PLN ULP Tanah Grogot, Raka Gandhi menyebut terdapat 6 desa yang saat ini masih belum terjangkau jaringan listrik PLN.
BACA JUGA:Awasi Aktivitas Balap Liar, Polres Paser Siagakan Personel saat Subuh
Desa-desa yang dimaksud antara lain, Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Selengot dan Labuangkallo di Kecamatan Tanjung Harapan, Kepala Telake di Kecamatan Long Ikis, dan Harapan Baru di Kecamatan Kuaro.
Menurutnya, kondisi geografis serta keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Raka membeberkan bahwa PLN telah menyiapkan beberapa program untuk memperluas akses listrik di wilayah Paser.
Rencana yang disiapkan untuk daerah yang sulit dijangkau dengan opsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
BACA JUGA:Paser Catat Surplus Beras, Pemkab Siapkan Fasilitas Pengolahan untuk Nilai Tambah Pertanian
“Untuk beberapa wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, akan diprioritaskan menggunakan PLTS. Program ini direncanakan mulai dikerjakan pada 2027,” jelas Raka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
