Bankaltimtara

Kinerja BUMD Belum Maksimal, Pengamat Soroti Peluang Besar di Kutim

Kinerja BUMD Belum Maksimal, Pengamat Soroti Peluang Besar di Kutim

Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo.-(Ist./ Dok. Pribadi)-

Selain itu, Purwadi juga menyoroti dampak kebijakan fiskal dari pemerintah pusat, khususnya terkait pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang turut mempengaruhi kapasitas fiskal daerah.

“DBH itu hak daerah. Ketika dipangkas, otomatis kemampuan daerah untuk belanja juga ikut berkurang,” ujarnya.

BACA JUGA: BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Kutim Melambat di 2025, Tambang Minus 0,99 Persen

BACA JUGA: 10 Usulan Pemekaran Desa di Kutim Disetujui Kemendagri, Satu Desa Terkendala Batas

Kondisi tersebut semakin mempertegas pentingnya kehadiran sumber pendapatan alternatif, termasuk dari BUMD yang dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, peluang pengembangan BUMD di Kutim sebenarnya cukup besar, mulai dari sektor hilirisasi sumber daya alam, perdagangan, hingga jasa yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Peluangnya sangat besar. Tinggal bagaimana pemerintah daerah berani melakukan pembenahan dan menempatkan orang-orang profesional di dalamnya,” jelasnya.

Menurut Purwadi, momentum perlambatan ekonomi saat ini harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk melakukan diversifikasi ekonomi yang lebih kuat dan berdaya tahan.

BACA JUGA: Ekonomi Kutai Timur Turun Drastis ke 1,3 Persen, Bupati Pertanyakan Validitas Data

BACA JUGA: TKD Menurun, Bupati Ardiansyah Minta Bank Daerah Bantu Perkuat Perekonomian Lokal

“Kalau tidak ada pembenahan, pola seperti ini akan terus terjadi. Naik saat booming, lalu turun lagi ketika kondisi global berubah,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: