Bankaltimtara

Kejar Swasembada Daging, Pemkab Kutim Targetkan 100 Pedet Sapi lewat Program Sikomandan

Kejar Swasembada Daging, Pemkab Kutim Targetkan 100 Pedet Sapi lewat Program Sikomandan

Ilustrasi pedet sapi.--

BACA JUGA:PLTS Komunal Rusak Akibat Disambar Petir, Warga Desa Pulau Miang Kutai Timur Gelap Gulita

Dengan ketersediaan stok lokal yang memadai, biaya distribusi dari luar daerah dapat ditekan.

Selain aspek ekonomi, penguatan populasi ternak lokal juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan hewan.

Produksi bibit secara mandiri dinilai lebih aman dibandingkan mendatangkan ternak dari luar daerah yang berpotensi membawa penyakit.

“Kami ingin mengurangi ketergantungan impor ternak demi melindungi populasi lokal dari risiko wabah. Produksi bibit sendiri jauh lebih terkendali dan aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, swasembada protein hewani merupakan salah satu kunci ketahanan pangan daerah.

Dengan populasi ternak yang terus bertambah, kebutuhan konsumsi masyarakat diharapkan dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Pemda Kutim pun berkomitmen untuk terus mendukung peternak melalui pendampingan teknis, penyediaan tenaga inseminator, serta penguatan manajemen pemeliharaan ternak di tingkat lapangan.

Melalui program Sikomandan, pemerintah daerah berharap sektor peternakan dapat tumbuh sebagai penopang ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat posisi Kutai Timur dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: