Wisata Alam Siluq Ngurai Kian Dikenal, Sayang Akses Jalan Belum Memadai
Sejumlah pengunjung menikmati wahana perahu bebek di kawasan wisata alam di kecamatan Siluq Ngurai.-Istimewa -
KUBAR, NOMORSATUKALTIM–Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, menyimpan sejumlah potensi wisata alam yang menarik untuk dikembangkan menjadi destinasi rekreasi masyarakat.
Namun, potensi besar itu dinilai belum tergarap maksimal karena terkendala akses jalan utama yang masih terbatas.
Camat Siluq Ngurai, Bartolomeus Djukuw, mengatakan bahwa di wilayahnya terdapat beberapa lokasi wisata yang cukup dikenal masyarakat. Baik dari dalam maupun luar kecamatan.
Salah satunya waduk Taman Rantan di Kampung Kebisaq, yang kini mulai dikunjungi warga untuk berwisata bersama keluarga.
“Ada waduk atau kolam Taman Rantan di Kampung Kebisaq. Di situ juga sudah dilengkapi bungalow, ada permainan seperti Flying Fox, dan taman bermain yang dikenal dengan Taman Ayal, lengkap dengan wahana perahu bebek,” ujar Bartolomeus, Selasa (28/10/2025).
Selain itu, terdapat pula sejumlah jantur atau air terjun alami yang tersebar di beberapa kampung.
“Kita punya jantur di Kampung Sangsang, jantur Rukat, jantur di Ponaq dan di Kedesiq. Kemudian di Kampung Lundian, yang paling ujung wilayah Siluq Ngurai, ada juga wisata air seperti di Batubura, namanya Riam Tonoi,” jelasnya.
Menurut Bartolomeus, tingkat kunjungan ke beberapa lokasi wisata tersebut tergolong cukup baik.
Tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang kerap menjadikannya lokasi kegiatan family gathering atau rekreasi karyawan.
“Kalau Riam Tonoi itu sering digunakan perusahaan untuk kegiatan gathering. Artinya, potensi wisata kita sudah mulai dikenal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa akses jalan menuju beberapa lokasi wisata masih menjadi tantangan utama. Sebagian ruas jalan poros antar-kampung bahkan masih bergantung pada infrastruktur milik perusahaan yang beroperasi di wilayah itu.
Katanya, akses di dalam kampung sebenarnya sudah tersedia. Namun jalan utama menuju lokasi wisata yang belum sepenuhnya baik. Beberapa jalan bahkan masih berstatus milik perusahaan. Sehingga masyarakat agak sulit menjangkau.
Bartolomeus menegaskan, pemerintah kecamatan terus mendorong agar perbaikan infrastruktur menuju lokasi wisata menjadi perhatian bersama, terutama dalam perencanaan pembangunan daerah.
Sebab, menurutnya, wisata yang baik tidak hanya diukur dari keindahan alam, tetapi juga kemudahan akses dan kenyamanan pengunjung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

