Bankaltimtara

Tanggapi Lambannya Respons Call Center Gratispol, Begini Jawaban Pemprov Kaltim

Tanggapi Lambannya Respons Call Center Gratispol, Begini Jawaban Pemprov Kaltim

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah.-Mayang/Disway Kaltim-

"Pesan masuk itu bukan hanya dijawab, tapi juga harus diverifikasi. Proses verifikasi ini perlu kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan data."

"Biasanya, baru bisa dijawab pada malam hari. Jadi kami mohon mahasiswa bersabar, semua pasti akan dijawab secara bergiliran,"ujarnya.

Selain persoalan keterbatasan personel,Dasmiah juga menyoroti masih banyaknya pendaftar yang tidak membaca petunjuk pengisian secara menyeluruh.

BACA JUGA:Beasiswa Gratispol Dicabut di Tengah Perkuliahan, ITK Bantu Tawarkan Sejumlah Opsi kepada Mahasiswa

Menurutnya, sebagian besar kendala teknis justru muncul karena mahasiswa terburu-buru mengisi data, tanpa memahami panduan yang telah disediakan.

"Kalau petunjuk itu dibaca pelan-pelan, sebenarnya tidak sulit. Tapi karena ingin cepat selesai, ada yang melewatkan instruksi. Akhirnya, muncul kesalahan dan bertanya ke admin,"jelasnya.

Dia pun mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa, agar membudayakan membaca panduan dengan cermat sebelum melakukan pendaftaran maupun pengisian data.

Kesalahan pengisian, lanjut Dasmiah, kerap terjadi bukan karena sistem bermasalah, melainkan karena instruksi yang tidak dipahami dengan baik.

Dasmiah juga menegaskan bahwa seluruh admin dan verifikator Gratispol direkrut secara khusus.

BACA JUGA:Lolos GratisPol tapi UKT Ditagih, Ini Penjelasan Universitas Mulawarman

Mereka bukan berasal dari Tim Pengelola Program Gratispol (TP2GP) maupun pegawai internal Biro Kesra.

"Admin dan verifikator itu memang hanya 10 orang, hasil rekrutmen khusus. Bukan dari TP2GP. Pegawai Kesra sendiri juga jumlahnya terbatas,"tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kata Dasmiah, menyadari adanya keterbatasan tersebut dan membuka ruang evaluasi ke depan. Namun, rencana penambahan tenaga admin masih menghadapi kendala anggaran.

"Ke depan tentu akan dievaluasi. Tapi saat ini kami juga harus realistis dengan kondisi dan keterbatasan anggaran yang ada," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait