Bankaltimtara

Harga Bitcoin Menghijau Tembus $70.000, Dipicu Isu Damai AS-Iran

Harga Bitcoin Menghijau Tembus $70.000, Dipicu Isu Damai AS-Iran

Ilustrasi Bitcoin.--

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Harga Bitcoin melonjak tajam dan berhasil menembus kembali level psikologis 70.000 dolar AS. Naiknya harga Bitcoin seiring dengan munculnya kabar  pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. 

Naiknya harga Bitcoin ini semakin mempertegas bahwa harga koin kripto cukup sensitif terhadap perkembangan geopolitik internasional. 

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya pasar sempat tertekan akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. 

Berdasarkan data terbaru, Bitcoin naik lebih dari 4% dari posisi terendah intraday di sekitar 67.000 dolar AS, seiring meredanya ketegangan global. 

Bitcoin Rebound Usai Sinyal Damai 

Dilaporkan Coingape, lonjakan harga Bitcoin terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya telah melakukan pembicaraan yang “produktif” dengan Iran dalam dua hari terakhir. 
BACA JUGA:Update Harga Emas! UBS dan Galeri24 Melemah, Buyback Antam Ikut Susut

Ia juga menginstruksikan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan. 

Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama empat minggu. Sebelumnya, pasar sempat terguncang setelah ancaman serangan lanjutan dari AS, yang menyebabkan Bitcoin turun hingga menyentuh level 67.000 dolar AS. 

Kini, dengan adanya indikasi deeskalasi konflik, pasar kripto merespons positif dan kembali menunjukkan penguatan. 

Dampak Geopolitik ke Pasar Kripto 

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik global. 

Ancaman konflik yang meningkat sebelumnya sempat memicu aksi jual, sementara kabar pembicaraan damai langsung mendorong sentimen positif. 

Selain Bitcoin, aset kripto lainnya juga mengalami kenaikan seiring membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait