APBN 2026 Terancam Defisit, Tertekan Harga Minyak Dunia yang Terus Naik
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto-istimewa-
BACA JUGA: Selat Hormuz Iran Ditutup: 25 Persen Impor Minyak RI dari Sana, Ini Skenario Menteri ESDM
Dengan asumsi tersebut, defisit anggaran diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 3,53 persen terhadap PDB.
Sementara pada skenario terburuk, harga minyak dunia dapat menembus 115 dolar AS per barel dalam 10 bulan ke depan. Nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2 persen, namun defisit anggaran dapat meningkat hingga 4,06 persen terhadap PDB.
Ketiga skenario tersebut menunjukkan potensi defisit anggaran melampaui batas maksimal 3 persen, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
BACA JUGA: Perang Berkepanjangan, Prabowo Buka Opsi WFH Massal untuk Hemat BBM
Airlangga menegaskan, menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas tersebut akan menjadi tantangan apabila harga minyak dunia terus meningkat.
“Jadi artinya dengan berbagai skenario ini, defisit yang tiga persen itu sulit kita pertahankan, kecuali kita mau memotong belanja dan memotong pertumbuhan, Pak Presiden. Nah ini beberapa skenario yang mungkin perlu kita rapatkan secara terbatas,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: beritasatu
