Bankaltimtara

Pujasera Bontang Kuala Kumuh, Ini Kata Neni

Pujasera Bontang Kuala Kumuh, Ini Kata Neni

Wali Kota Bontang Neni Moerniani saat meninjau pujasera Bontang Kuala.-Michael/Disway Kaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Lapak pujasera di kawasan pelataran Bontang Kuala terlihat kumuh. Kondisi itu diduga terjadi karena tempat tersebut kerap kali menjadi tempat menginap sejumlah pedagang.

Adanya tirai yang dipasang semrawut sebagai penutup menjadi penyebab tempat itu terlihat kumuh. Bahkan terkesan tak nyaman dilihat mata. 

Padahal, Pemkot Bontang di 2025 menggelontorkan anggaran Rp 5,4 miliar untuk mempercantik bangunan pujasera itu.

BACA JUGA:Siaga Hadapi Karhutla, Tim Samapta Polres Bontang Latihan Penanggulangan Bencana Kebakaran

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, lapak-lapak pujasera di pelataran kawasan wisata Bontang Kuala tidak boleh ditutup. Apalagi sampai dijadikan tempat tinggal. 

Baginya, lapak yang ditutup berpotensi disalahgunakan.

Misalnya saja dijadikan tempat menginap oleh pedagang. 

Padahal, fasilitas yang dibangun itu sebagai pusat perbelanjaan makanan di obyek wisata itu. 

Termasuk sebagai cara pemerintah untuk melakukan promosi wisata.  

“Kalau ditutup orang pasti nginap di dalam. Pujasera ini, untuk promosi wisata yang harus baik, harus cantik."

BACA JUGA:Menu MBG Sebabkan Siswa Keracunan, 2 SPPG di Bontang Dihentikan Selama 30 Hari

"Tadi tampak kumuh makanya saya tegur. Dispopar harus lebih meningkatkan pengawasan,” katanya, Jumat 21 Agustus 2026.

Selain itu, Neni juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir Bontang Kuala.

"Nggak boleh ditinggali. Karena ini bukan tempat tinggal. Saya juga berpesan bahwa laut ini bukan tong sampahnya masyarakat Bontang Kuala." 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: