Keluh Kesah PPPK Bontang: TPP Dipangkas, SK Pegawai Terlanjur Digadai
Para PPPK dari beberapa instansi di Pemkot Bontang saat sedang melakukan gelar pasukan di Polres Bontang beberapa waktu lalu.-Michael/Disway Kaltim-
“Apa saja bakal dilakukan. Misalnya saja jadi driver ojol (ojek online),” terangnya.
Bersyukur, SK PPPK miliknya tidak pernah digadai. Sehingga, ia tidak punya tanggungan untuk menyicil ke Bank.
“Kalau saya sih tidak. Tapi, beberapa teman saya sudah disekolahkan. Sekarang, mereka sudah pusing. Karena bayarnya pakai TPP,” bebernya.
Tapi pemangkasan TPP bisa saja tidak terjadi tahun depan, jika perekonomian kembali stabil.
BACA JUGA:Disdamkartan Bontang Jadi Target BNN, Tes Urine Berkala Diterapkan di 2026
“Kita lihat saja nanti. Fokus sekarang ya kita bekerja maksimal. Di sisi lain, kita mulai siap-siap untuk menghadapi kondisi tahun depan."
"Tapi, kita tetap berharap ekonomi membaik. Sehingga, kebijakan penyesuaian TPP ini tidak dilakukan,” katanya lagi.
Berbeda halnya dengan PPPK Paruh Waktu. Selama ini, mereka tidak pernah mendapatkan TPP. Hanya mengandalkan gaji pokok saja. Karena itu, mereka masih menunggu keputusan pasti dari pemkot Bontang.
Misalnya saja Yosua Agung Sianturi, salah satu PPPK Paruh Waktu di Pemkot Bontang.
Saat ini, ia memilih untuk tenang. Tidak terlalu memikirkan isu terkait pemangkasan TPP ini. Walau sebenarnya, ia sedikit pusing: gajinya ikut terpotong atau tidak.
“Kami ini kan tidak pernah mendapatkan TPP. Hanya gaji pokok saja. Nah, gak tau juga kami terdampak atau tidak. Kalau kami juga ikut terdampak kebijakan ini, makin pusing. Otomatis, pendapatan kami jauh di bawah UMK Bontang. Tapi semoga tidak,” ucapnya.
Selama ini, ia mengungkapkan, untuk menambah pemasukannya, dirinya bekerja sambil menjadi driver ojol. “Kalau pulang kerja, pasti sempatkan untuk ojol. Lumayan lah kalau dapat Rp 100 ribu setiap hari. Bisa ditabung,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
