Bukan Demo, Ini Cara Driver Ojol Bontang Sampaikan Aspirasi Mereka ke Pemkot
Driver Ojol di Bontang saat mediasi dengan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Minggu 31 Agustus 2025.-(Disway Kaltim/ Michael)-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Driver ojek online (Ojol) di 'Kota Taman' Bontang punya cara sendiri untuk menyampaikan aspirasinya.
Tidak melakukan demonstrasi. Mereka melakukan mediasi dengan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gabungan roda dua (Garda) Bontang Muhammad Ayub mengatakan, driver ojol saat ini resah.
Salah satu hal yang membuat mereka resah adalah aturan yang sangat menekan kesejahteraan driver Ojol.
BACA JUGA: Nyalakan 1.000 Lilin, Ratusan Driver Ojol Gelar Aksi Solidaritas dan Doa Bersama di Teras Samarinda
"Kalau dalam aturan Kementerian Perhubungan itu potongan untuk aplikator 20 persen. Tapi kenyataannya potongannya bisa sampai 50 persen," ucapnya dalam pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia menginginkan agar pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan aturan baru.
Yakni agar tarif pemotongan tetap 10 persen.
Di sisi lain, ada beberapa aspirasi agar pemerintah kota (Pemkot) Bontang membawa aspirasi mereka ke pemerintah pusat.
BACA JUGA: Waspada Unjuk Rasa Besar-besaran, Baca Tips Berikut Ini Biar Aman di Lokasi Demonstrasi
BACA JUGA: Sejumlah Pihak di Kukar Bersiap Jelang Aksi Demo 1 September, Tokoh Sentral Diminta Turun
Di antaranya adalah fasilitas untuk bisa kredit motor dengan Down Payment (DP) 0 persen.
Pemasangan wifi gratis di semua pangkalan ojol, prioritas saat membeli bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

