Anggaran Terbatas, Program Bus Sekolah Ditunda, Dishub Berau Sasar CSR
Salah satu bus sekolah yang ada di Kaltim.-istimewa-
“Seperti di Biatan, sudah ada bus sekolah dari CSR perusahaan. Model seperti ini yang kami harapkan bisa ditiru di kecamatan lain, kalau memang APBD tidak mampu meng-cover seluruh kebutuhan,” ujarnya.
BACA JUGA:Tangani 264 Insiden Sepanjang 2025, SDM BPBD Berau Jauh dari Kata Ideal
Selain mengandalkan CSR, Dishub Berau juga tengah menjajaki dukungan dari pemerintah provinsi melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPTD provinsi. Mereka sempat melakukan survei jalur.
Ini kan program prioritas bupati, kami khawatir kalau tidak muncul di DPA. Jadi kami siapkan cara kedua lewat koordinasi dengan provinsi dan CSR,” kata Hendra.
Namun, untuk tahun anggaran berjalan, Dishub memastikan pengadaan armada bus sekolah belum dapat direalisasikan.
Saat ini, fokus masih pada penyusunan data perencanaan dan analisis jaringan transportasi sebagai dasar kebijakan ke depan.
“Untuk pengadaan angkutan pelajar tahun ini memang belum ada. Yang betul-betul didahulukan sekarang adalah jaringan transportasi. Harapannya, ke depan pengadaan bus sekolah bisa terealisasi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

