Asisten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto usai rapat. (dok) Samarinda, DiswayKaltim.com - Kebijakan pemkot melarang salat Id disorot publik. Sebab, pusat perbelanjaan justru lebih ramai dan tidak mendapat larangan dari pemkot. Menanggapi, banyaknya protes warga, Asisten I Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Tejo Sutarnoto angkat suara. Ia mengatakan dalam mengambil keputusan ini, Pemkot melibatkan seluruh unsur terkait. Salah satunya Diskes yang merekomendasikan agar tetap menjaga jarak. Baik social dan physical distancing "Supaya tidak terjadi penyebaran atau bertambah kasus positif Covid-19," kata Tejo. Dalam mengambil keputusan tersebut, disampaikan Tejo, tidak melalui pertimbangan yang asal-asalan. Disitu, dipikirkan soal kesehatan dan keselamatan masyarakat. Hal itulah yang menjadi pertimbangan Pemkot untuk keselamatan warga Samarinda. Disinggung soal mal atau pasar yang dikeluhkan oleh warga mulai ramai, pemkot punya alasannya. Samarinda saat ini belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena jika itu diterapkan tentunya berdampak pada perekonomian, akan ada banyak pengangguran atau meningkatnya tindak kriminalitas di tengah masyarakat. "Nah, kalau itu terjadi masyarakat tentunya akan menyalahkan pemerintah lagi," imbuhnya. Baca juga: Pemkot dan MUI Samarinda Larang Salat Id di Lapangan Terbuka Dirinya pun mengakui sudah mendengar mengenai masyarakat yang mengeluhkan kebijakan salat idulfitri ditiadakan di masjid dan dilaksanakan di rumah masing-masing. Lagi-lagi, Tejo menekankan pemerintah tentunya mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan matang. Semua demi keselamatan warga juga. Dan tentunya berdasar hasil evaluasi Diskes. Bahwa belum memungkinkan lakukan pengumpulan massa ditengah pandemi ini. Bahlan katanya lagi, anak-anak saja masih belajar di rumah. Pekerja pun demikian. "Di pasar kan sudah menggunakan SOP kesehatan, meskipun ada saja yang melanggar. Kan di pasar sudah disosialisasikan, dibagikan masker kemudian ada tempat mencuci tangan. Begitu juga di mal sudah diimbau. Nah, sekarang kembali ke masyarakat, kalau terjadi PSBB banyak yang pengangguran yang disalahkan Pemerintah lagi," pungkas Tejo. (nad/boy)
Salat Id Dilarang, Pusat Perbelanjaan Ramai, Pemkot: Kita Belum PSBB….
Kamis 21-05-2020,09:11 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 20-03-2026,19:37 WIB
Si Jago Merah Mengamuk di Barong Tongkok, Satu Rumah Ludes Dilahap Api
Jumat 20-03-2026,18:32 WIB
Antisipasi Gangguan Listrik di Paser, PLN Siagakan 70 Petugas Selama Libur Lebaran
Jumat 20-03-2026,17:02 WIB
Antisipasi Meningkatnya Kebutuhan BBM, SPBU Kilometer 7 Tanah Grogot Buka 24 Jam Selama Libur Lebaran
Jumat 20-03-2026,17:27 WIB
Sempat Membuat Kepanikan, Sebuah Bangunan Kosong di Samarinda Seberang Terbakar
Sabtu 21-03-2026,09:07 WIB
Ribuan Jamaah Padati Masjid Ash Shabirin Samarinda, Salat Idulfitri kembali Digelar Usai Renovasi
Terkini
Sabtu 21-03-2026,15:45 WIB
8.330 Warga Binaan di Kaltim-Kaltara Terima Remisi Idul Fitri, 56 Orang Langsung Bebas
Sabtu 21-03-2026,14:48 WIB
Breaking News! Warga Gunung Pelandu Samarinda Digegerkan Penemuan Potongan Tubuh Manusia
Sabtu 21-03-2026,13:41 WIB
24 Pemain Timnas Indonesia untuk Ajang FIFA Series 2026 Diumumkan, Elkan Baggott Kembali
Sabtu 21-03-2026,12:35 WIB
Tips Agar Tetap Sehat Usai Sebulan Puasa, Atur Kembali Pola Makan dan Olahraga Rutin
Sabtu 21-03-2026,11:25 WIB