Kemiripan tersebut menjadi perhatian karena kedua tahun tersebut dikenal memiliki kondisi kemarau yang cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia.
Meski demikian, BMKG masih membutuhkan pemantauan lanjutan untuk memastikan perkembangan kondisi kemarau di Samarinda.
Fiona menegaskan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Ia mengingatkan kondisi suhu maksimum hingga 35 derajat Celsius juga perlu diantisipasi masyarakat dengan mengatur aktivitas agar tidak terlalu lama berada di bawah paparan matahari langsung.
BACA JUGA: Kemarau Picu Karhutla, Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca di 4 Daerah Ini!
BMKG Samarinda akan terus memantau perkembangan atmosfer dan kondisi kemarau untuk melihat potensi perubahan cuaca berikutnya.
Informasi terbaru akan menjadi acuan dalam memberikan peringatan serta imbauan kepada masyarakat apabila kondisi cuaca menunjukkan perubahan signifikan.