Misalnya, ketika telapak kaki berada dalam posisi menekuk ke bawah dalam waktu lama, otot betis menjadi lebih tegang sehingga lebih mudah mengalami kontraksi mendadak.
Mengubah posisi tidur atau melakukan peregangan ringan sebelum beristirahat dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
4. Faktor usia
Kram kaki saat tidur lebih sering dialami oleh orang dewasa hingga lanjut usia.
Seiring bertambahnya usia, massa otot, fungsi saraf, dan proses metabolisme tubuh mengalami perubahan sehingga otot menjadi lebih rentan mengalami kram
Meski demikian, kondisi ini juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda, terutama jika dipicu oleh aktivitas fisik berlebihan atau kurangnya asupan cairan.
BACA JUGA:Waspadai Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental dan Fisik
5. Kondisi kesehatan tertentu
Pada sebagian kasus, kram kaki yang sering muncul bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Beberapa penyakit yang dikaitkan dengan kondisi ini antara lain diabetes, gangguan ginjal, gangguan tiroid, anemia, hingga kelainan pada sistem saraf.
Apabila kram terjadi berulang, semakin sering, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan ke tenaga medis sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya.
Cara mengatasi kaki kram saat tidur
Ketika kram muncul secara tiba-tiba, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan nyeri, di antaranya:
-Lakukan peregangan secara perlahan dengan menarik jari kaki ke arah tubuh.
-Pijat lembut bagian otot yang mengalami kram agar lebih rileks.
-Berdiri atau berjalan perlahan untuk membantu mengendurkan otot.